Diskon Pajak Revaluasi Aset Turun Jadi 3%

Suci Sedya Utami    •    09 Oktober 2015 15:11 WIB
diskon pajak
Diskon Pajak Revaluasi Aset Turun Jadi 3%
Gedung DJP Kemenkeu (MI/ANGGA YUNIAR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal memberikan insentif berupa diskon pajak bagi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga swasta yang melakukan revaluasi aset mereka.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu, Mekar Satria Utama mengatakan, awalnya diskon Pajak Penghasilan (PPh) atas revaluasi aktiva tersebut dipotong dari 10 persen menjadi lima persen. Namun, dalam prosesnya kembali diturunkan menjadi tiga persen.

"Tadinya kami rencanakan dari 10 persen jadi lima persen. Tapi ada masukan kemungkinan akan disesuaikan berdasarkan tarif amnesty, karena posisi amnesty juga pengaruh pada kegiatan revaluasi," kata pria yang akrab disapa Toto ini, dalam sebuah Media Gathering, di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (9/10/2015). 

Toto menjelaskan, alasan diturunkannya kembali tarif PPh atas revaluasi aset ini karena diharapkan bisa membantu leverage BUMN lebih baik, perusahaan bisa mendapatkan tambahan modal, dan nantinya memiliki dampak menggerakkan perekonomian.

Menurut Toto, BUMN banyak menunggu kebijakan ini mengingat banyak dari mereka takut kena pajak yang tinggi untuk revaluasi, sementara mereka tidak punya uang. "Jadi supaya paket lebih menarik tarifnya kami turunkan. Untuk tanah tiga persen, untuk bangunan 4-5 persen. Tapi akhirnya kami gabung saja. Supaya perusahaan juga bisa terbantu," jelas dia.

Terkait hubungannya dengan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak, Toto menjelaskan, hal itu merupakan usulan dan inisiatif dari DPR di mana diusulkan jika diterapkan Oktober-November maka tarif amnesty-nya menjadi tiga persen. 

Sementara itu, lanjutnya, jika sudah masuk Januari-Juni 2016 maka menjadi lima persen, dan Juli-Desember menjadi delapan persen. Penerapan revaluasi aset akan mengikuti pola pemberian tarif seperti tax amnesty. Pola ini akan mendorong percepat pelaksanaannya.

"Jadi lebih mengambil ide pengenaan tarif yang digunakan. Kami targetnya minggu ini aturannya selesai. Karena itu sudah lama. Tapi karena perubahan kondisi nilai tanah karenanya akan disesuaikan. Satu minggu sampai dua minggu ini mudah-mudahan keluar. Tarif hampir final," pungkasnya.


(ABD)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

1 day Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /