Keluarga Anggota Jemaah Haji Polisikan Ketua Kloter

Antara    •    09 Oktober 2015 16:45 WIB
haji 2015
Keluarga Anggota Jemaah Haji Polisikan Ketua Kloter
Jamaah haji kloter pertama embakarsi Palembang mengenakan masker saat tiba di Asrama Haji Palembang, Sumsel, Senin (5/10/2015). Foto: Nova Wahyudi/Antara

Metrotvnews.com, Ternate: Keluarga anggota jemaah haji asal Kota Ternate, Maluku Utara, Mahmud Bin Kimsan, mengancam melaporkan Ketua Kelompok Terbang Tujuh, Muhammad Abdullah, ke kepolisian karena lalai menjalankan tugasnya sebagai ketua rombongan.

"Panitia Penyelenggara Ibadah Haji(PPIH) Maluku Utara dan tim medis kloter tujuh lalai mengemban tugasnya karena selama 12 hari, ayah meninggal tetapi tidak diberitahukan ke keluarga , " kata M Nasir Kiliolan, anak Mahmud, di Ternate, Jumat (9/10/2015), seperti dilansir Antara.

Menurut Nasir, kematian ayahnya diberitahu saksi Muhajir. Muhajir menginformaskan kepada keluarga bahwa Mahmud telah meninggal pada pada 25 September 2015 atau 11 Julhijjah.

"Terkesan para penyelenggara haji melindungi diri karena mereka sudah salah. Terindikasi ada unsur pembiaran dan kelalaian terhadap ayah, baik dari sakit hingga meninggal," ujar Nasir. 

Dia berencana akan melakukan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab. Bukan karena mereka tidak ikhlas atas kepergian almarhum, tetapi sistem pengawalan yang tidak tuntas.

"Kami ikhlas mulai dari kabar duka yang diterima karena itu kuasa Allah SWT. Kami yang tidak ikhlas itu adalah jenazah orang tua ditelantarkan selama 12 hari," tegas Nasir.

Apalagi, ada pengakuan dari petugas medis bahwa setelah dicek jenazah berdasarkan informasi dari PPIH di Mekkah, almarhum telah meninggal pada 11 Julhijjah.

"Itu yang harus dipertanggung jawabkan Ketua Kloter 7 dan mengakui tidak memberitahu keluarga almarhum karena kehilafan," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba kecewa terhadap kinerja 10 petugas PPIH  yang mendampingi para jemaah haji daerah ini di Tanah Suci. "Saya sangat kecewa dan meminta laporan pertanggungjawaban mereka, sekaligus menanggapi adanya aksi yang dilakukan keluarga almarhum Mahmud Bin Kimsan, salah seorang anggota jemaah haji Malut yang meninggal di Mekkah karena sakit namun tidak diketahui oleh petugas PPIHD Malut," ujarnya.

Pemprov Maluku Utara mengirim 10 orang petugas PPHID untuk mendampingi 853
jemaah haji MaluKu Utara di Tanah Suci.


(KRI)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

4 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /