Ditjen Pajak Sebut Ide Tax Amnesty Isu Sensitif

Suci Sedya Utami    •    09 Oktober 2015 18:20 WIB
tax amnesty
Ditjen Pajak Sebut Ide <i>Tax Amnesty</i> Isu Sensitif
Ilustrasi. FOTO: Antara/Arief Priyono

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, adanya ide memberikan pengampunan pajak (tax amnesty) yang dibiaskan menjadi pengampunan nasional untuk menarik dana wajib pajak Indonesia yang gemar menyimpan dana di luar negeri datang dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bukan dari pemerintah.

"Tax amnesty yang dimunculkan ini merupakan inisiatif dari DPR, bukan pemerintah. Kami tidak berwenang untuk memberikan pendapat soal itu karena ini isunya sensitif, " jelas Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP, Mekar Satria Utama, dalam sebuah Media Gathering, di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (9/10/2015). 

Toto, biasa ia disapa, mengatakan DPR mengusulkan pengenaan tarif pajak secara bertarif untuk wajib pajak yang membawa kembali dana mereka ke Tanah Air. Jika tax amnesty diterapkan pada Oktober-Desember 2015 yakni tiga persen, Januari-Juni 2016 sebesar lima persen, Juli-Desember 2016 sebesar delapan persen.

Sekadar diketahui, saat ini DPR tengah menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai pengampunan nasional. RUU ini diusulkan untuk masuk Prolegnas 2015. Dalam RUU tersebut, nantinya koruptor termasuk sebagai subjek yang diampuni.

Hal itu diberlakukan karena menurut DPR pelaku korupsi berada di luar tiga kasus kriminal yang tidak diperbolehkan untuk mendapat pengampunan yaitu pelaku human trafficking, terorisme, dan narkoba. 


(ABD)


Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah
Piala AFF 2018

Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah

2 hours Ago

Kekalahan 1-0 atas Singapura pada laga pertama cukup menjadi pecut bagi Hansamu Yama cs untuk b…

BERITA LAINNYA
Video /