Kepala BKPM Panggil 13 Investor Tekstil Terkait Iklim Usaha

Arif Wicaksono    •    11 Oktober 2015 14:00 WIB
tekstil
Kepala BKPM Panggil 13 Investor Tekstil Terkait Iklim Usaha
Ilustrasi industri tekstil di Majalengka. FOTO ANTARA/Rezza Estily

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) Franky Sibarani menjelaskan Desk Khusus Investasi sektor tekstil dan sepatu dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan one on one 13 investor tekstil existing yang sudah memasukkan pengaduan melalui asosiasi.

Dia menambahkan, dari jumlah 13 perusahaan tersebut, delapan perusahaan diantaranya disebut akan mengurangi volume produksinya, dan lima perusahaan berencana untuk tutup. Pertemuan one on one diperlukan karena permasalahan yang dihadapi investor berbeda-beda sehingga fasilitasi yang dilakukan juga berbeda.

“Jadi contohnya kalau investor menghadapi permasalahan dalam membayar tagihan listrik, kami akan menghubungkan dengan PLN untuk mendapatkan fasilitas membayar dengan mencicil. Demikian pula jika yang dihadapi masalah pembayaran pajak, akan dihubungkan dengan Ditjen Pajak untuk skema pembayaran dengan mengangsur,” paparnya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2015).

Desk Khusus Investasi sektor Tekstil dan Sepatu dibentuk BKPM bersama Kementerian terkait lainnya untuk membantu investor existing, sehingga dapat mencegah PHK. Adapun desk investasi ini terdiri dari BKPM, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak dan Bea Cukai), dan kementerian terkait lainnya, serta didukung oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

BKPM mencatat, sepanjang semester I-2015 realisasi investasi untuk sektor tekstil masih tumbuh positif, naik 58 persen sebesar Rp 3,88 Triliun dibandingkan semester I-2014. Realisasi investasi seluruh subsektor tekstil pada semester I-2015 juga tumbuh positif, yaitu industri pengolahan serat tekstil tumbuh 213 persen sebesar Rp2,40 triliun dari 82 proyek.

Industri pertenunan tekstil tumbuh 613 persen sebesar Rp163 miliar dari 25 proyek, industri pakaian jadi tumbuh 16 persen sebesar Rp941 miliar, dan industri perlengkapan pakaian tumbuh 563 persen sebesar Rp216 miliar dari 15 proyek.

 


(SAW)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

9 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /