Upah Buruh akan Lebih Terprediksi di 2016

Gervin Nathaniel Purba    •    11 Oktober 2015 15:54 WIB
upah
Upah Buruh akan Lebih Terprediksi di 2016
Seorang buruh unjuk rasa tuntut kenaikan upah. ANT/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan kenaikan upah pada 2016 lebih terprediksi dibandingkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Menurut Hanif, hal ini disebabkan skema penerapan upah layak dibandingkan dengan penerapan skema UMP sangat berbeda. Hanif menambahkan, sistem upah layak lebih memberikan kepastian bagi pihak pengusaha dan juga pihak pekerja di Indonesia.

"Setiap tahun kenaikan upah buruk pasti naik dan terprediksi. Kalau UMP susah diprediksi," ujar Hanif Dhakiri saat ditemui di stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (11/10/2015).

Selain itu, skema upah layak juga menggunakan sitem formula yang baru dan berbeda dengan sistem formula yang diterapkan pada UMP. Meskipun begitu, Ia tetap belum bisa membeberkan secara rinci skema skema upah layak yang akan diterapkan.

"Detailnya nanti, yang pasti memberikan kepastian, kenaikan upah akan terjadi tiap tahun, kenaikannya pun sudah terprediksi," tutur Hanif.

Dirinya juga menambahkan, kedepannya akan ada kepastian mengenai naiknya upah buruh. "Sesegera mungkin akan ada kepastian, dipihak pengusaha sama sistem pengupahaannya, kepastiannya upah buruh pasti naik," katanya.


(SAW)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

23 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /