Jero Wacik Bantah Minta DOM untuk Keperluan Pribadi

Meilikhah    •    12 Oktober 2015 19:41 WIB
jero wacik
Jero Wacik Bantah Minta DOM untuk Keperluan Pribadi
Terdakwa kasus dugaan pemerasan terkait dana operasional menteri Jero Wacik menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan TIpikor, Jakarta, Senin (12/10).-Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik membantah meminta dana operasional menteri (DOM) untuk membayar pengeluaran keperluan keluarga. Jero juga membantah memerintahkan membuat laporan fiktif.

"Saya enggak minta laporan fiktif. Normal saja, apalagi beli bunga dimana saya enggak tahu. Yang pasti saya enggak ada bilang untuk buat laporan fiktif," kata terdakwa Jero Wacik dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2015).

Menurut Jero penggunaan DOM tak melulu saat dirinya hendak melakukan perjalanan dinas keluar kota. Dia mencontohkan, saat dirinya di Jakarta pun perlu menggunakan DOM untuk operasional. Misalnya, saat menghadiri kejuaraan golf, dirinya menggunakan DOM untuk biaya makan petugas keamananan.

"DOM tidak ada hubungannya dengan bepergian. Meskipun enggak pergi kalau saya perlu DOM saya ambil. Karena di Jakarta juga perlu DOM tidak harus kalau pergi ngambil DOM. Untuk misalnya pengamanan, makanan voojrider. Untuk bantuan ini untuk kelancaran tugas menteri," kilah Jero.

Keterangan Jero berlainan dengan kesaksian bawahannya, Luh Ayu Rusminingsih. Menurut Luh, Jero meminta DOM untuk membiayai keperluan keluarga. Luh menerangkan, dirinya pernah diminta Jero mengurus tiket hingga membeli barang kesukaan istri Jero, yakni kain, selendang dan tas.

"Saya pernah diminta pak menteri untuk membeli tiket anak-anak, tiket pesawat, beli tiket konser dalam negeri. Bu menteri beli kain, tas dan selendang," kata Luh di persidangan.

Meski berkilah membayarkan keperluan keluarganya itu dengan uang pribadi, nyatanya Jero tetap meminta DOM dicairkan untuk menutupi biaya tersebut.

"Kalau untuk yang selama ini saya tangani masalah tiket baik ibu dan anak-anak pasti merinci biaya yang dibutuhkan itu minta melalui DOM. Pada saat itu bapak meminta dari DOM juga jadi ngambil dari situ. Yang jelas bapak meminta uang Rp25 juta, urusan dengan travel bapak uang dari mana saya enggak tahu," kata Luh.

"Ya dari uang pribadi lah," timpal Jero.

Jero sebelumnya dijerat dengan tiga dakwaan berlapis. Dia dinilai telah menyalahgunakan DOM, memeras, serta menerima gratifikasi.

Pada dakwaan pertama, Jero Wacik selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didakwa menyalahgunakan DOM. Dana yang mencapai Rp8.408.617.149 ini disebut digunakan untuk memperkaya diri sendiri serta keluarganya.

Di dakwaan kedua, Jero selaku Menteri ESDM didakwa memeras dengan cara memaksa anak buahnya melakukan pengumpulan uang. Pemerasan dilakukan karena Jero menilai DOM di Kementerian ESDM lebih kecil dibandingkan di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Uang yang dikumpulkan anak buahnya itu berasal dari kickback rekanan pengadaan. Jumlahnya mencapai Rp10,38 miliar. Uang itu digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi Jero.

Sementara pada dakwaan ketiga, Jero didakwa menerima gratifikasi terkait jabatannya sebagai Menteri ESDM. Gratifikasi diterima dalam bentuk pembayaran biaya pesta ulang tahun Jero tanggal 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jaksel, sejumlah Rp349.065.174.


(MBM)

Antonio Conte Balas Sindiran Keras Mourinho
Liga Champions 2017 -- 2018

Antonio Conte Balas Sindiran Keras Mourinho

9 hours Ago

Conte merasa Mourinho masih sering memperhatikan apa yang terjadi di Chelsea. Untuk itu, ia mem…

BERITA LAINNYA
Video /