Wagub Sumut Bersyukur Diperiksa KPK

Achmad Zulfikar Fazli    •    12 Oktober 2015 21:16 WIB
kasus korupsi
Wagub Sumut Bersyukur Diperiksa KPK
Wakil Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi usai diperiksa KPK, Senin (12/10/2015). Foto: Achmad Zulfikar Fazli/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi, dicecar puluhan pertanyaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap interpelasi DPRD Sumatra Utara kepada Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho.

"Hari ini saya bersyukur bisa banyak memberikan keterangan tentang hal-hal yang terjadi di Sumut. Bagaimana yang kita ketahui tentang kejadian yang melibatkan bapak Gubernur Sumut, bapak Gatot Pujo Nugroho. Jadi banyak hal yang ditanyakan tadi kepada saya. Ada lebih kurang 20 pertanyaan diberikan kepada saya," kata Erry kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2015).

Erry mengatakan, dirinya telah mengklarifikasi terkait kasus yang diketahuinya. Salah satunya, soal pertemuan dirinya dengan Gatot yang dimediasi oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di DPP NasDem.

Dia menegaskan, tidak ada pembicaraan kasus apa pun dalam pertemuan tersebut. Namun, hanya mediasi antara dirinya dan Gatot agar dapat bekerja secara maksimal.

"Saya klarifikasikan memang ada pertemuan itu, tetapi tidak ada pembicaraan masalah-masalah kasus. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa selama ini masyarakat mungkin sudah banyak mengetahui, komunikasi yang kurang maksimal antara saya dan pak Gubernur. Itu yang ingin didamaikan atau diislahkan oleh pak Ketua Umum (Surya Paloh). Jadi tidak ada membicarakan kasus," Erry mengungkapkan.

Kata dia, dalam pertemuan itu dirinya dan Gatot diharapkan dapat menjaga keharmonisan hubungan kerja dan kekompakan. Sehingga, dapat membawa Sumut menjadi lebih baik.

"Semua jelas terungkap, sudah saya sampaikan dan mudah-mudahan kalau sekarang kalian melihat wajah saya cerah, berartikan mudah-mudahan semuanya masalah-masalah di Sumut bisa diselesaikan dengan baik. Saya sudah melakukan klarifikasi semua kepada penyidik," tukas dia.

Lagi pula, ia mengaku, tidak terlibat dengan kasus dugaan interpelasi yang tengah dihadapi Gatot. Sebab, dalam dua tahun terakhir dirinya tak pernah dilibatkan dalam tugas-tugas pemerintahan oleh Gatot.

"Jadi selama ini, saya juga bersyukur tidak dikasih tugas apa-apa, selama dua tahun saya tidak dikasih tugas apa-apa, di bidang anggaran di bidang lain-lain, ini saya bersyukur juga. Makanya saya dapat dilihat bahwa setelah saya melakukan klarifikasi ini kan wajah saya berbeda kan, saya lebih ceria, kenapa? karena saya sudah menjelaskan ini kepada penyidik," tandas dia.

Dalam kasus suap interpelasi, penyidik KPK telah memeriksa 100 orang dari DPRD, termasuk Ketua DPRD Sumut Ajib Shah dan orang dari luar DPRD.

DPRD Sumut mengajukan interpelasi terkait empat hal, yaitu pengelolaan keuangan daerah, penerbitan Peraturan Gubernur Sumut Nomor 10 tahun 2015 tentang Penjabaran APBD 2015, kebijakan pembangunan Pemprov Sumut, dan etika Gatot Pujo Nugroho sebagai kepala daerah.

Namun, DPRD Sumut batal menggunakan hak tersebut. Diduga, batalnya penggunaan hak interpelasi itu lantaran Gatot sebagai pemegang kuasa tertinggi di Sumut membagi-bagikan duit untuk membungkam mulut anggota Dewan.


(ICH)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

3 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /