Pemilik 145 Kilogram Ganja Dituntut Hukuman Mati

Damar Iradat    •    13 Oktober 2015 17:16 WIB
narkoba
Pemilik 145 Kilogram Ganja Dituntut Hukuman Mati
Ganja. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Terdakwa kasus narkoba jaringan Aceh-Jakarta, Jayadi, 35, dituntut hukuman mati. Jayadi terbukti mengedarkan narkoba jenis ganja seberat 145,038 kilogram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Kadir Sangaji mengatakan bukti Jayadi bersalah cukup kuat. Karena itu, ia memohon ke majelis hakim untuk mengabulkan permohonan itu.

"Kami selaku JPU, sesuai undang-undang yang berlaku, supaya majelis hakim yang memeriksa perkara agar memutuskan terdakwa bersalah," kata Sangaji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

Menurut Sangaji, terdakwa telah melakukan pemufakatan jahat terkait narkotika Pasal 114 tentang jual beli narkotika golongan I dalam bentuk tanaman yang melebihi 1 kilogram.

Pada kesempatan itu JPU juga membacakan hal-hal yang memberatkan terdakwa. Menurut JPU, tidak ada hal-hal yang meringankan tuntutan.

"Terdakwa selama persidangan selalu memberikan keterangan berbelit-belit dan tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkotika," ujarnya.

Menyingkapi tuntutan JPU, terdakwa Jayadi menegaskan akan mengajukan pledoi atau pembelaan agar dirinya dibebaskan dari hukuman mati. Hakim Ketua I Ketut Tirta memberikan kesempatan terdakwa untuk membacakan pledoi pekan depan.

"Terdakwa diizinkan mengajukan pembelaan terpisah. Pembelaan setelah satu minggu, 20 Oktober 2015," kata Tirta.

Diberiatakan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Selatan menangkap empat tersangka, yakni Jayadi alias Aji Yahya, Sudaryanto alias Nano, Ponto Khair Iskandar, dan Muhammad Iqbal.

Mereka ditangkap di Depok karena membawa 145,038 kilogram ganja asal Aceh menggunakan satu unit mobil Daihatsu Luxio. Barang itu dikirim dari Aceh melalui jalur darat dan akan dikirim ke Sukabumi, Jawa Barat, sebelum diedarkan.


(TRK)