Gubernur Gatot Mengelak Memberikan Suap ke Anggota DPRD Sumut

Achmad Zulfikar Fazli    •    14 Oktober 2015 01:50 WIB
korupsi
Gubernur Gatot Mengelak Memberikan Suap ke Anggota DPRD Sumut
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri Evy Susanti usai diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (29/9/2015). Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur nonaktif Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho mengelak telah memberikan uang suap kepada anggota DPRD Sumatra Utara periode 2009-2014 dalam pembahasan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun 2014.

KPK sendiri terus mendalami dugaan suap yang dilakukan Gatot kepada anggota DPRD Sumut. KPK menduga Gatot memberikan uang pelicin kepada anggota DPRD agar batal mengajukan hak interplasi kepada dirinya.

"Kalau KPK begitu, ya tanya KPK kan," kata Gatot usai diperiksa KPK, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

Gatot yang diperiksa KPK bersama istri mudanya, Evi Susanti keluar gedung lembaga antikorupsi ini sekitar pukul 21.00 WIB. Dengan mengenakan rompi oranye tahanan KPK tak banyak komentar yang keluar dari orang nomor satu di Sumatra Utara ini. "Cukup ya," singkat dia.

Hari ini, penyidik KPK memeriksa Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujp Nugroho dan istri mudanya, Evi Susanti. Keduanya diperiksa soal adanya dugaan suap dalam pengajuan hak interpelasi anggota DPRD Sumut kepada Gatot.

Dalam kasus dugaan suap hak interpelasi ini, KPK telah memeriksa 100 anggota DPRD Sumut dan mantan anggota DPRD Sumut. Wakil Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi pun sempat diperiksa oleh penyidik KPK untuk mendalami kasus ini.

Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Johan Budi SP mengatakan, KPK dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan suap hak interpelasi anggota DPRD Sumut ini. Gelar perkara ini nantinya akan menemukan tersangka yang terlibat dalam dugaan suap ini.

"Kita akan dilakukan gelar perkara. Kalau tidak hari ini ya besok," kata Johan saat dikonfirmasi wartawan, Senin 12 Oktober 2015.

Pengembangan dugaan kasus suap interpelasi ini menguat setelah Ketua DPRD Provinsi Sumut, Ajib Shah, diperiksa penyidik KPK beberapa waktu lalu. Ajib membantah diperiksa terkait kasus interpelasi. Dia mengaku diperiksa di kasus suap Gatot.

Perkara dugaan suap dalam interpelasi dibidik lantaran KPK menemukan sejumlah kejanggalan. Interpelasi tersebut diajukan menyangkut empat hal, yaitu pengelolaan keuangan daerah, penerbitan Peraturan Gubernur Sumut Nomor 10 tahun 2015 tentang Penjabaran APBD 2015, kebijakan pembangunan Pemprov Sumut, dan etika Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sebagai kepala daerah.

Namun, DPRD Sumut batal menggunakan hak tersebut. Diduga, batalnya penggunaan hak itu lantaran Gatot sebagai pemegang kuasa tertinggi membagi-bagikan duit untuk membungkam DPRD Sumut.


(DRI)

Infografik: Adu Tajam Ronaldo vs Kane

Infografik: Adu Tajam Ronaldo vs Kane

1 hour Ago

Ronaldo dan Kane sama-sama mencetak 43 gol sepanjang 2017. Siapakah yang lebih tajam di antara …

BERITA LAINNYA
Video /