RUU Pertembakauan untuk Lindungi Petani

Ade Hapsari Lestarini    •    14 Oktober 2015 09:50 WIB
tembakau
RUU Pertembakauan untuk Lindungi Petani
Petani tembakau. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Petani tembakau di Indonesia dinilai harus mendapat perlindungan hukum dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan yang saat ini sedang digodok DPR. Adapun RUU Pertembakauan tersebut salah satunya akan mengatur dan menjamin petani tembakau dan cengkeh di Indonesia.

"Dalam membuat RUU ini kami akan mendengarkan berbagai masukan, seperti yang sekarang dilakukan kami mendengarkan masukan dari asosiasi terkait," tutur Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan asosiasi industri tembakau, seperti dikutip dalam siaran persnya, Rabu (14/10/2015).

Firman mengutip kalimat-kalimat penelitian yang tertera di buku yang ia bawa yang menyebutkan bahwa tembakau Indonesia merupakan salah satu tembakau yang paling baik di dunia. "Saya pikir ini juga menjadi fokus kita untuk melindungi ini," lanjutnya.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti sepakat dengan pernyataan Firman. Menurut dia, petani di Indonesia harus menjadi fokus utama. "Mereka harus dilindungi," tegas Moefti.‎

Moefti menyampaikan masukannya terkait beberapa pasal dalam RUU Pertembakauan. "Kami setuju bahwa salah satu tujuan dari RUU ini adalah melindungi petani tembakau dan hal ini wajib didukung oleh Pemerintah karena selama periode 2004-2014, mereka tidak mendapat pendampingan dan bantuan pertanian," katanya.

Dia melanjutkan, salah satu poin penting RUU ini adalah mendorong program kemitraan antara petani tembakau dengan pelaku industri atau pemasok tembakau agar petani tidak terjerat oleh para tengkulak atau ijon. ‎Melalui program kemitraan, petani tembakau akan mendapatkan bantuan modal, pendampingan teknis, serta jaminan pasar.

"Program ini akhirnya juga akan mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas dari tembakau yang dihasilkan oleh petani dalam negeri sehingga nantinya akan semakin dapat mencukupi kebutuhan pabrikan nasional," lanjutnya.

Menurut data dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, hasil panen dalam negeri berada dikisaran 180.000-190.000 ton setiap tahunnya. Sedangkan data dari Kementerian Perindustrian, estimasi penggunaan tembakau pada tahun 2015 mencapai lebih 330.000 ton.

"Artinya, penggunaan tembakau impor belum bisa dihindari. Hampir semua pabrikan rokok di Indonesia menggunakan tembakau impor sebagai campuran dari produksinya demi memenuhi permintaan pasar," pungkasnya.‎


(AHL)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /