Jadi Korban Kekerasan, Keluarga ASP Kecewa Sekolah Lepas Tanggung Jawab

Achmad Zulfikar Fazli    •    15 Oktober 2015 01:49 WIB
kekerasan
Jadi Korban Kekerasan, Keluarga ASP Kecewa Sekolah Lepas Tanggung Jawab
Ilustrasi penganiayaan, MI

Metrotvnews.com, Jakarta: ASP mengalami kekerasan yang diduga dilakukan teman sekelasnya M di Sekolah Dasar (SD) Tunas Mulia Montessori, Gading Sepong, Tanggerang. Akibat kekerasan tersebut, terjadi luka serius di bagian kemaluan dan mental bocah berusia enam tahun ini.

Kuasa Hukum Keluarga ASP, Jeffry Santoso mengatakan keluarga korban mengaku kecewa dengan sikap yang ditunjukan pihak sekolah dan keluarga pelaku. Sebab, hingga saat ini belum ada itikad baik dari keduanya untuk bertanggung jawab kepada korban.

Padahal, keluarga korban telah menjalankan mediasi dengan pihak sekolah, keluarga pelaku dan suku dinas pendidikan. Mediasi ini dilakukan atas rekomendasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada 29 September lalu.

"Kita sudah menjalani mediasi. Tapi hasil mediasi kami tidak puas. Karena tidak ada solusi yang diberikan," kata Jeffry kepada Metrotvnews.com, Rabu (14/10/2015).

Menurut dia, dalam proses mediasi tersebut tidak ada hasil yang memuaskan. Sebab, pihak sekolah masih berusaha membela diri dan lepas tangan atas tindakan kekerasan yang terjadi di sekolahnya.

"Kami sudah menyampaikan kepada sekolah, orang tua pelaku dan suku dinas. Kami menyampaikan ada anak enam tahun yang mengalami tindakan kekerasan. Seharusnya sekolah mengambil kesimpulan, seperti akan memanggil (reluarga korban) atau apa. Ini tidak. Di situ mediasinya tidak tercapai," imbuh dia.

Kata Jeffry, keluarga korban akan kembali ke KPAI untuk meminta mediasi agar adanya tanggung jawab dari pihak sekolah dan keluarga pelaku. Jika tanggung jawab tidak juga diberikan, keluarga korban akan membawa permasalahan ini ke kepolisian.

"Kita belum ada pengaduan ke kepolisian. Kita akan ke KPAI dulu, ini semoga ada hasil yang baik. Kita akan lihat petunjuk dari KPAI. Baru nanti kita rencana akan mengajukan (pengaduan) ke Polda (Metro Jaya)," pungkas dia.

ASP, siswa kelas 1 SD Tunas Mulia Montessori, Gading Sepong, Tanggerang mengalami kekerasan dari M. Pukulan dan tendangan harus didapatkan oleh ASP dari teman satu kelasnya tersebut.

Akibat kekerasan ini, ASP mengalami luka cukup serius di kemaluannya dan harus menjalani operasi. Selain luka fisik, ASP juga mengalami luka mental karena trauma atas kekerasan yang diterimanya.


(AZF)

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain
Bursa Transfer Pemain

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain

4 hours Ago

Arsenal masih dipusingkan dengan isu masa depan para pemainnya. Selain Alexis Sanchez, The Gunn…

BERITA LAINNYA
Video /