Cerita TKI Korban Jalur Ilegal

Arga sumantri    •    15 Oktober 2015 02:23 WIB
bnp2tki
Cerita TKI Korban Jalur Ilegal
Sejumlah TKI tengah bersiap kembali ke tanah air--Dok Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Praktik penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara non-prosedural atau ilegal hingga saat ini masih terjadi. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) terus melakukan berbagai langkah untuk mencegahnya.

Mereka yang berangkat sebagai calon TKI (CTKI) secara non-prosedural sebenarnya punya risiko sangat tinggi, baik dari segi keamanan maupun kepastian perlindungan. Salah satu TKI yang punya pengalaman pahit karena diberangkatkan secara non-prosedural oleh calo TKI adalah Aliah, warga Tangerang.

Aliah, menjadi TKI sektor rumah tangga atau lebih dikenal sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) melalui mekanisme penempatan non-prosedural ke Dubai. Dia bekerja selama enam bulan dan dipulangkan melalui mekanisme pemulangan TKI non-prosedural yang diawaki Perwakilan Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri.

Mekanisme penempatan non-prosedural yang ditempuh Aliah dengan menggunakan jasa calo, bukan perusahaan pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS).

"Semua proses ini dilakukan di rumah. Calo datang ke rumah saya, ngasih fee dan selanjutnya tes kesehatan dan disuruh tunggu di rumah," jelas Aliah, Selasa (13/10/2015).

Awalnya, Aliah mengaku menolak berangkat bekerja ke Dubai. Aliah menolak berangkat lantaran jarak waktu yang terlalu cepat dari perjanjian awal.

"Perjanjian awal, berangkat satu bulan setelah kasih fee. Baru satu minggu, saya dipaksa harus berangkat ke Dubai. Jika menolak, uang fee yang sudah diterima supaya dikembalikan. Berarti saya harus jual rumah jika mengembalikan uang fee," keluh Aliah.

Selama enam bulan bekerja di Dubai, Aliah tiga kali berganti majikan. Majikan pertama, Aliah hanya sanggup bekerja 18 hari karena majikan Aliah kerap melakukan kekerasan.

"Dimajikan pertama ini, salah sedikit saja, saya dipukul sama majikan perempuan. Jahat itu majikan perempuan," beber Aliah.

Majikan kedua, Aliah mengaku bisa bertahan selama tiga bulan. Awal bekerja, majikan Aliah terlihat baik. Namun menjelang masuk bulan ketiga, terlihat kalau majikan Aliah mulai mudah marah, tapi belum sampai melakukan tindak kekerasan. Aliah pun cepat ambil inisiatif untuk pindah majikan, sebelum sampai terjadi pemukulan seperti dialaminya saat bekerja di majikan pertama.

"Saya takut kena pukul lagi. Saya cepat-cepat saja minta pindah majikan," jelas Aliah.

Majikan Aliah yang ketiga, ternyata tak jauh beda. Aliah hanya kuat bekerja selama satu setengah bulan lantaran juga mudah marah dan berpotensi melakukan tindak kekerasan. Aliah pun memutuskan untuk kabur ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai.

"Saya menyesal berangkat bekerja ke luar negeri secara ilegal. Sehingga saya bermasalah," tukasnya.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengaku pihaknya terus melakukan berbagai terobosan untuk mencegah penempatan TKI secara ilegal. Tetapi, upaya itu diakuinya tidak mudah, karena saat ini mekanisme penempatan CTKI nonprosedural lebih banyak dilakukan orang per orang, bukan pemerintah ataupun PPTKIS.

"Kami tidak menyerah untuk melakukan berbagai langkah agar praktik seperti itu bisa dicegah," kata Nusron.


(AZF)

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar
Neymar ke PSG

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar

28 minutes Ago

Bahkan PSG harus bertanggung jawab atas kompensasi Neymar ke Barcelona…

BERITA LAINNYA
Video /