Kenang Tragedi 98, Komnas Perempuan Buat Memorialisasi

Intan fauzi    •    15 Oktober 2015 15:16 WIB
tragedi mei 1998
Kenang Tragedi 98, Komnas Perempuan Buat Memorialisasi
Kegiatan Komnas Perempuan: Metrotvnews.com/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Di usia ke-17, Komnas Perempuan membuat memorialisasi tragedi pemerkosaan massal pada Mei 1998. Memorialisasi dianggap sebagai bentuk upaya merawat ingatan korban.

"Memorialisasi punya makna luar biasa bagi korban, ketika ada bangunan mereka merasa diingat dan ditemani. Negara dirasakan hadir, bentuk rekaman memori pada orang-orang dicintai yang telah jadi korban, sebagai alat memulihkan. Sebagai obat rasa rindu, meratapi dan mengurangi rasa bersalah dan kehilangan," papar Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah di Kantor Komnas Perempuan di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat (15/10/2015).

Proses membangun memorialisasi itu memiliki beberapa prinsip. Yuni memaparkan, perlu pelibatan para korban, dokumen terkait, dan juga pemantauan untuk pada akhirnya memutuskan untuk membangun memorialisasi.

"Ini harus melibatkan para korban, melalui dokumen, ada hasil pemantauan bagian dari pembuktian pembenaran," jelas Yuni.

Selain untuk korban, memorialisasi dibuat untuk mengedukasi masyarakat agar peristiwa sama tidak terjadi lagi. "Ini adalah langkah strategis pendidikan publik di samping memulihkan hak korban," tukasnya.

Memorialisasi mememorialisasikan gedungnya menjadi salah satu situs pengingat Tragedi Mei '98. Itu merupakan salah satu rangkaian peringatan usia Komnas Perempuan ke-17.

Berikut bentuk memorialisasi, antara lain:

1. Mural "Memutus Belenggu" yang dilukis di belakang Gedung Komnas Perempuan. Mural itu melambangkan keadaan korban saat ini yang masih hidup dalam sengkarut persoalan namun tetap berjuang melawan stigma dan diskriminasi.

2. Mural "Sumber dan Penjaga Kehidupan" digambarkan bagai amoeba. Mural itu melambangkan keberhasilan perempuan bertahan dan mebggeliat menjaga kehidupan tetap berlangsung.

3. Mural "Bersama Berjuang, Berjuang Bersama" melambangkan transformasi perempuan dari korban belajar bersama menjadi pembela HAM.

4. Patung solidaritas yang terdiri dari tujuh orang perempuan berdiri dan saling berpegangan tangan menguatkan satu sama lain.

Memorialisasi lainnya yang tersimpan ialah barang peninggalan korban Mei '98, replika prasasti Mei '98. Prasasti pernyataan Presiden Habibie, replika prasasti jarum, boneka Mei '98 dan selendang persahabatan.


(YDH)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /