Nama Evy dan Kaligis Diminta tak Diseret Terkait Suap PTUN Medan

Renatha Swasty    •    15 Oktober 2015 22:35 WIB
dana bansos
Nama Evy dan Kaligis Diminta tak Diseret Terkait Suap PTUN Medan
Suami istri tersangka kasus dugaan suap panitera dan hakim PTUN Medan, Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho (kiri) dan Evy Susanti keluar bersamaan seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/10). Foto:MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Evy Susanti, istri Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan pengacara OC Kaligis diminta supaya tak terseret dalam kasus suap pada Hakim PTUN Medan. Untuk menyembunyikan nama keduanya, dibuat konstruksi hukum.

Hal ini dibeberkan Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumatera Utara Ahmad Fuad Lubis dalam sidang lanjutan untuk terdakwa OC Kaligis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Kata dia, usai adanya OTT pada M Yagari Bhastara alias Garry, hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi serta panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, Ahmad didatangi anak buah Kaligis, Afrian Bondjol dan seorang temannya.

Keduanya dijemput Ahmad di Bandara Kualanamu untuk dibawa berputar-putar di dalam mobil dan dijelaskan perihal konstruksi hukum yang dimaksud. Dalam mobil diketahui hadir pula Gatot.

"Untuk menyusun suatu konstruksi hukum. Yang saya ingat itu ada tiga poin, garis koordinasi, garis perintah dan garis aliran dana," beber Ahmad di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Dalam garis perintah, Ahmad membeberkan, perintah antara Gatot ke Ahmad harus diputus. Artinya nama Gatot yang mengusulkan pengajuan gugatan kewenangan di PTUN Medan tak dimunculkan.

"Supaya menyatakan bahwa dalam penyidikan tidak ada perintah (dari Gatot)," beber Ahmad.

Sementara dalam garis koordinasi dan garis dana, Ahmad mengaku lupa. Hanya saja, kedua garis itu juga minta dipotong alias tak dibeberkan dalam penyidikan.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) no 23 milik Ahmad diketahui, garis koordinasi bermaksud antara OC Kaligis ke Garry dan bermuara ke PTUN Medan. Garis diminta diputus antara Kaligis dan Garry.

"Jadi hanya saudara Garry yang melakukan koordinasi ke PTUN," beber Jaksa Ahmad Burhanudin membacakan BAP.

Selanjutnya pada garis aliran dana, dari Evy ke Kaligis juga diputus. Sehingga pada akhirnya dana hanya akan melalui Kaligis.

"Bahwa uang bukan dari Evy Susanti sehingga tidak ada peran Evy di sana dan dibenarkan uang tersebut dari OC Kaligis," tambah Jaksa.

Saat itu pula, Gatot meminta supaya istrinya diselamatkan. Sehingga aliran dana dari Evy ke Kaligis diminta diputus.

"Pada saat itu disampaikan pengibaratan status OC Kaligis dan Evy Susanti dalam kondisi stadium empat. Yang artinya mendekati kematian namun masih bisa diselamatkan," tambah Jaksa.

Terkait BAP miliknya, Ahmad membenarkan seluruhnya. Namun, permintaan untuk tidak memunculkan nama itu tidak dilakukan.

Dalam pemeriksaan di tingkat penyidikan, dia tidak mengikuti konstruksi hukum yang sudah dijelaskan. "Saya menceritakan apa adanya," ujar Ahmad.


(DRI)