Empat Agenda Pemerintah Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

Damar Iradat    •    16 Oktober 2015 05:22 WIB
kekerasan
Empat Agenda Pemerintah Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, di Kemenkumham, Jakarta, Sabtu (8/8). MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kekerasan seksual kepada perempuan masih sering ditemui. Pemerintah tentunya perlu memiliki agenda untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut, setidaknya ada empat agenda pemerintah untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan. Pertama, dengan membangun sistem dan informasi kekerasan terhadap perempuan.

"Kedua, meningkatkan komunikasi lembaga terkait serta koordinasi antar kementerian lembaga skpd antar pusat pemerintahan daerah dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan," kata Yasonna di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Yang ketiga, pemerintah juga mengagendakan peningkatan efektivitas upaya-upaya pencegahan kekerasan dan penanganan korban. Serta yang keempat, meningkatkan kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan.

Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan kerja secara fokus dan terkoordinir. Pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendiri mengatasi kekerasan seksual terhadap perempuan.

"Pemerintah pusat dan daerah bersama dengan lembaga masyarakat, organisasi birokrasi, organisasi wanita, harus mampu mengembangkan fungsi-fungsi pencegahan dan penanganan yang berpihak pada korban," ucap dia.

Selain itu, peran keluarga juga dapat mencegah kekerasan seksual kepada perempuan. Apalagi sosok orang tua yang jadi pilar pertama seseorang dalam kehidupan.

"Upaya pencegahan kekerasan ini juga dapat dimulai dari lembaga terkecil, keluarga. Dengan cara mengambil nilai-nilai yang berdasarkan keagamaan, cinta kasih, sosial budaya, politik, dan HAM itu sendiri," jelas Yasonna.

"Di sini peran orang tua merupakan pilar pertama. kemudian dalam lingkungan masyarakat, mekanisme pencegahan melalui sosial organisasi yang berkesinambungan, serta membangun pengawasan yang efektif di tempat-tempat yang rawan kekerasan," pungkas dia.


(DRI)

Video /