Harga 'Si Emas Hitam' Makin Anjlok

   •    16 Oktober 2015 08:13 WIB
minyak mentah
Harga 'Si Emas Hitam' Makin Anjlok
Ilustrasi. (AFP PHOTO)

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak dunia kembali melemah untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Pelemahan ini karena Amerika Serikat (AS) melaporkan peningkatan cadangan minyak mentah yang sudah tinggi.

Otomatis, hal tersebut menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global. Demikian seperti dilansir dari AFP, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (16/10/2015).

Harga patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) pengiriman November, turun 26 sen menjadi USD46,38 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, patokan global, turun menjadi menetap di USD48,71 per barel, turun 44 sen dari penutupan Rabu.

Departemen Energi AS mengejutkan pasar dalam sebuah laporan yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu melonjak 7,6 juta barel selama minggu lalu, naik hampir tiga kali lebih banyak daripada yang telah diprediksi para ahli.

Hal itu membawa jumlah persediaan minyak mentah AS menjadi 468,6 juta barel, masih mendekati tingkat tertinggi sepanjang tahun ini setidaknya dalam delapan dekade.

Andy Lipow dari Lipow Oil Associates mengatakan bahwa beberapa bearish telah melemah dengan terus menurunnya angka produksi mingguan. Produksi minyak mentah turun 76.000 barel menjadi 9,17 juta barel per hari, menghapus kenaikan pekan sebelumnya.

Sedangkan data persediaan terbaru AS datang di tengah kekhawatiran pasar tentang membanjirnya pasokan dan pelambatan ekonomi global. Harga minyak telah jatuh setiap hari selama pekan ini karena data ekonomi mengecewakan dari Tiongkok dan AS memperkuat kekhawatiran pelambatan.


(AHL)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /