2016, Sistem Baru Penghitungan Upah Mulai Berlaku

Ade Hapsari Lestarini    •    16 Oktober 2015 08:24 WIB
paket kebijakan ekonomi
2016, Sistem Baru Penghitungan Upah Mulai Berlaku
Menaker Hanif Dhakiri. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sistem pengupahan baru yang didasarkan pada Upah Minimum Provinsi (UMP) ditambah perhitungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sudah ada dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP).

Sistem tersebut rencananya akan segera diberlakukan pada tahun ini, namun baru akan mulai diterapkan pada tahun yang akan datang.

Demikian seperti disampaikan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri, usai pembacaan paket kebijakan ekonomi jilid IV, seperti dikutip dalam laman Setkab, Jumat (16/10/2015).

"Perhitungan upah minimum 2016, kita harapkan nantinya RPP dalam waktu sesegera mungkin sudah ditandatangani sesuai formula yang sudah disampaikan Pak Menko Perekonomian," papar Hanif.

Adapun inti perhitungan formula pengupahan minimum ini jika ingin menghitung upah minimum 2016 maka sama dengan upah minimum provinsi, upah minimum provinsi yang berjalan dikali penjumlahan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dia mencontohkan, untuk DKI Jakarta yang sekarang memiliki upah minimum Rp2,7 juta. Berarti kenaikan upahnya adalah Rp2,7 juta ditambah inflasinya dan pertumbuhan ekonomi.

"Jika inflasinya 5% dan pertumbuhan ekonominya 5% berarti 10%. Tinggal Rp2,7 juta dikali 10%, maka upah 2016 berati Rp2,7 juta ditambah Rp270.000 itu jika ingin disimulasikan," jelasnya.

Hanif menilai, bahwa konsep penghitungan upah itu memberi kepastian pada pekerja, bahwa upah akan naik setiap tahun. Kedua, memberikan kepastian bagi dunia usaha karena masalah pengupahan ini bisa diprediksi.


(AHL)

Usai Laga Kontra APOEL, Ronaldo Marah dengan Media
APOEL vs Real Madrid

Usai Laga Kontra APOEL, Ronaldo Marah dengan Media

44 minutes Ago

Cristiano Ronaldo tidak berminat untuk berbicara dengan media setelah kemenangan Real Madrid vs…

BERITA LAINNYA
Video /