Ini Kronologi Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Cakung

Wanda Indana    •    16 Oktober 2015 18:18 WIB
kasus pembunuhan
Ini Kronologi Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Cakung
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. (Foto:MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembunuhan Dayu Priambarita, 45, dan anaknya Yoel Immanuel, 5, dilakukan secara sadis. Pelaku, HK alias GE, 39, secara membabi buta menikam korban tanpa ampun.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengungkapkan kronologi pembunuhan ibu dan anak itu. Dia menuturkan, pada 6 Oktober, sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku berjalan kaki dari rumahnya menuju rumah korban di Perumahan Aneka Elok, RT 015/02, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, yang berjarak sekitar 500 meter.

Pelaku sengaja berjalan kaki untuk mencari sasaran rumah yang kosong untuk mencuri. Di kompleks perumahan tersebut, pelaku hanya melihat rumah Dayu yang terlihat sepi.

"Jadi pelaku mengaku menggambar dulu peta rumah korban. Dia juga memantau pada saat kapan rumah korban ditinggal," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/10/2015).

Pada Rabu, 7 Oktober, pelaku kembali mendatangi rumah korban untuk memastikan rumah korban menjadi target lokasi pencurian. Keesokan harinya, 8 Oktober, sekitar pukul 12.30 WIB, pelaku kembali mendatangi rumah korban dan mendapati rumah korban sedang sepi.

Pelaku kemudian mendekati pintu gerbang rumah korban. Pelaku semakin berhasrat ingin mencuri lantaran pintu gerbang rumah korban tidak terkunci. HK kemudian membuka slot (grendel) pintu pagar dan masuk ke dalam rumah. Di sana, HK mencari-cari benda berharga milik korban.

Sekitar 15 menit tak menemukan apa-apa, HK kemudian berniat masuk ke kamar korban. Khawatir ada penghuni di kamar, HK kemudian ke dapur mencari pisau untuk berjaga-jaga.

"Pada saat HK membuka pintu kamar. Ke luar seorang ibu-ibu yakni korban Dayu yang langsung berteriak 'Maling...maling'," tutur Krishna.

Pelaku panik, dan langsung mengejar korban dan langsung menusuk punggung korban. Korban tersungkur ke kasur dengan posisi terlentang. Pelaku menghujamkan pisau berkali-kali ke tubuh korban.

"Korban sempat melawan. Namun, pelaku kembali membabi buta menusuk korban hingga tewas," tambah dia.

Pada saat itu, tiba-tiba ada anak korban, Yoel, memergoki aksi pelaku. Yoel menghalau pelaku sembari berteriak," Jangan om, jangan...," kata Krishna menirukan suara Yoel.

HK tak peduli pinta anak korban. Malah, pelaku menghampiri Yoel dan langsung menikamnya beberapa kali pada bagian leher.

Usai melakukan aksi sadisnya, pelaku mengambil sebuah handphone merk HTC milik korban dalam posisi dicas. Setelah itu, pelaku HK mengambil sepotong baju untuk melapisi bajunya. HK kemudian keluar dari rumah korban dan pulang dengan membawa handphone dan pisau pemotong sayur milik korban. "Selanjutnya HK mencuci pisau, mencuci kaki dan tangan karena ada bercak darah," tuturnya.

Pelaku kemudian pulang ke rumah. Di sana, dia mandi. Baju, celana serta pisau yang pelaku gunakan pada saat pembunuhan dimasukkan ke dalam plastik hitam. "Dengan menggunakan ojek, pelaku langsung berangkat ke Kampung Petukangan di wilayah pangkalan truk. Di sana pelaku mengubur plastik hitam tersebut di tanah lapang, dekat pohon pisang," tambah Krishna.

Pada Sabtu, 10 Oktober, sekitar jam 21.00 WIB, pelaku mengambil plastik hitam yang dia kubur. Selanjutnya, pelaku membawa plastik hitam itu ke Marunda, Jakarta Utara, dengan menggunakan sepeda motor. "Baju, celana dan pisau yang dibungkus plastik hitam dibuang ke laut," pungkas Krishna.


(YDH)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

23 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /