Buruh Yogyakarta Akan Beraksi Tolak Rumusan UMP Baru

Patricia Vicka    •    16 Oktober 2015 18:51 WIB
buruhupah
Buruh Yogyakarta Akan Beraksi Tolak Rumusan UMP Baru
Ilustrasi. Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) menolak keras rumusan penentuan Upah Minumum Provinsi (UMP) yang baru saja diumumkan pemerintah kemarin siang.

Untuk menyuarakan penolakannya, ia menegaskan para buruh se-Indonesia akan melakukan aksi penolakan pekan depan. Para buruh akan menuntut tidak dilaksanakanya rumusan UMP baru.

"Kami akan melakukan aksi penolakan serentak se-Indonesia minggu depan. Jangan sampai rumusan baru UMP dilaksanakan di Indonesia karena ini hanya melanggengkan upah murah para buruh," ujar sekjen ABY Kirnadi melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Jumat (16/10/2015).

Namun, pihaknya belum dapat memastikan bentuk aksi serta waktu pasti aksi tersebut dijalankan. "Kami masih dalam tahap konsolidasi semua buruh di Indonesia. Aksinya nanti adalah aksi nasional. Tempatnya juga masih belum tau apakah dipusatkan di Jakarta atau juga di daerah-daerah," katanya.

Menurutnya, UMP DIY saat ini masih rendah. Sementara itu penentuan rumusan UMP baru sangat merugikan dan tidak meningkatkan kesejahteraan buruh. "Upah di DIY saat ini sangat jauh dari layak. Kalau pakai rumusan baru, upah di DIY naik tak sampai 10 persen. Padahal keadaan di lapangan bertolak belakang, inflasi sangat tinggi," tutur Kirnadi.

Upah Minimum Provinsi DIY 2015 berdasarkan Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY adalah Kota Yogyakarta Rp1.302.500, Sleman Rp1.200.000, Bantul Rp1.163.800, Kulon Progo Rp1.138.000, dan Gunung Kidul Rp1.108.249. Sementara untuk kenaikan UMP tiap tahun berkisar 3-11 persen.


(UWA)

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar
Paris Saint-Germain vs Celtic

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar

12 hours Ago

Neymar berhasil menyarangkan sepasang gol ke gawang Celtic  pada menit ke-9 dan menit ke-2…

BERITA LAINNYA
Video /