BNPB: Bantuan Pesawat Negara Asing Signifikan Padamkan Kebakaran

Ilham wibowo    •    19 Oktober 2015 07:34 WIB
kebakaran hutan
BNPB: Bantuan Pesawat Negara Asing Signifikan Padamkan Kebakaran
Helikopter MI-17 BNPB ketika diparkir akibat tidak jadi terbang di Base Ops Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (16/10). MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Bantuan negara tetangga dinilai efektif mengurangi titik panas hasil pembakaran hutan dan lahan. Semakin banyak bantuan, penanggulangan bencana semakin cepat teratasi.

"Bantuan negara tetangga signifikan untuk wilayah yang dilakukan pemadaman. Semakin banyak semakin efektif," tutur Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam acara Bincang Pagi Metro Tv, Senin (19/10/2015) pagi.

Menurut Sutopo, tantangan dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan dirasakan cukup banyak. "Inilah operasi pemadaman terbesar dalam sejarah Indonesia. Operasi menggunakan 32 pesawat dan 22 ribu tim gabungan. Kenapa tidak selesai? Pembakaran masih dilakukan oleh masyarakat, semua merupakan pembakaran baru," jelas dia.

Sebelumnya, tim gabungan operasi udara dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia bersama-sama memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Total 7 helikopter dan 3 pesawat fix wings melakukan water bombing dan satu pesawat Casa untuk hujan buatan.

Operasi dikonsentrasikan di daerah Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. "7 heli dan 4 pesawat tersebut terdiri dari 6 heli BNPB, 1 heli dari Singapura, 2 pesawat Air Tractor dari Kementerilah LHK, 1 pesawat hujan buatan BNPB, dan 1 pesawat Bombardier dari Malaysia," kata Sutopo.

Sutopo menjelaskan, pesawat jenis Bombardir 415 MP milik Malaysia berkapasitas 6 ton. Adapun cara loading air dengan scooping di laut. Pesawat ini akan beroperasi hingga Jumat 16 Oktober 2015.

Sementara untuk Singapura, telah mengirimkan 1 Heli Chinook dengan kapasitas 5 ton yang tiba Sabtu 10 Oktober kemarin. Heli ini akan dioperasikan selama 13 hari yaitu 11-23 Oktober 2015.

"Briefing kepada para pilot dan kru tentang Rencana Operasi, pembagian daerah dan tugas operasi serta aturan keselamatan. Pemegang komando kendali nasional adalah Indonesia/BNPB. Sedangkan Kodal operasi sehari- hari berada pada Komandan Sub Satgas Udara," tambah Sutopo.

Selain dua negara tersebut, Australia juga mengirim bala bantuan ke Palembang dengan mengirim Pesawat "Thor" type Hercules L 100 dengan kapasitas 15 ton. "Pesawat ini hanya dapat dioperasikan selama 5 hari, karena masih digunakan untuk memadamkan Karhutla di NSW Australia. Indonesia masih menunggu konfirmasi bantuan pesawat dari negara lainnya," tukas Sutopo.


(OGI)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

4 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /