Ekonomi Melambat, Pihak Swasta Masih Minati ORI012

Eko Nordiansyah    •    19 Oktober 2015 16:14 WIB
obligasi ritel indonesia (ori)
Ekonomi Melambat, Pihak Swasta Masih Minati ORI012
Direktur Surat Utang Negara DJPRR Loto S Ginting (Foto: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai, di tengah kondisi perekonomian yang melambat kalangan swasta masih menjadi mayoritas pembeli ORI012. Hal ini diperkuat dengan realisasi pemesanan Obligasi Negara Ritel Seri ORI 012 mencapai Rp27,707 triliun. 

"Mungkin yang kita lihat salah satu yang juga dalam keadaan ekonomi slow down penyaluran kredit terbatas sehingga ada kecenderungan bank ada penyesuaian tingkat bunga tabungan atau penurunan deposito," kata Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPRR Lotto S Ginting, di Kantor Kemenkeu, Jalan Dr Wahidin, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015).

Dirinya menambahkan, ORI yang memiliki tenor lebih pendek dibandingkan instrumen investasi lainnya dilihat relatif lebih menarik oleh pihak swasta. Sehingga waktu diterbitkan ada kecenderungan pemesanan meningkat selama satu minggu.

"Kemudian dua minggu lalu rupiah menguat juga ada penunuran yield yang signifikan. Bagi investor pemegang obligasi ada potensi capital gain di tengah penurunan suku bunga," jelas dia.

Selain itu, lanjut Lotto, dibandingkan dengan surat utang negara yang lain ORI tidak ada batasan pembelian. Sementara untuk SUN lain yang konvensional biasanya minimal pembelian di atas Rp1 miliar.

"Sebenarnya instrumen investasi ini supaya bisa dinikmati sampai jatuh tempo. Satu-satunya yang pembayarannya lewat kupon setiap bulan dalam setahun. ORI memang didesain khusus investor retail sampai jatuh tempo," pungkasnya.



(ABD)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

15 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /