LPJ DOM Tanpa Bukti, Saksi tak Berani Tegur Jero Wacik

Meilikhah    •    19 Oktober 2015 19:40 WIB
jero wacik
LPJ DOM Tanpa Bukti, Saksi tak Berani Tegur Jero Wacik
Jero Wacik saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor - MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Danu Kundaryanto, Pejabat Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengakui ada sejumlah Dana Operasional Menteri (DOM) yang tak dilengkapi bukti penggunaan anggaran yang dihabiskan Jero Wacik dalam laporan pertanggungjawaban.

Laporan pertanggungjawaban yang tak disertai bukti penggunaan anggaran berlangsung selama beberapa bulan pada tahun 2008, 2009, 2010 dan 2011. Meski menyadari penggunaan anggaran tak bisa dipertanggungjawabkan dalam laporan karena tak dilengkapi rincian penggunaan adalah hal yang salah, Danu mengaku tak berani menanyakannya kepada Jero Wacik.

"Tidak (menanyakan bukti-bukti penggunaan anggaran DOM), Pak. Karena beliau kan Menteri, jadi tidak ditanyakan lagi," kata Danu, di sidang lanjutan perkara dugaan korupsi Jero Wacik, di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, Senin (19/10/2015).

Danu mengaku, laporan pertanggungjawaban penggunaan DOM hanya dilengkapi kwitansi penerimaan uang yang diterima Jero Wacik saja. Sementara, bukti seperti tiket pesawat, invoice hotel atau beberapa bukti penggunaan lainnya kerap tak disertakan.

"Tahun 2008, 2009, hanya kwitansi saja? Ada bukti lain tidak? Apa dua tahun itu hanya bukti kwitansi saja?" tanya Hakim Sumpeno, kepada Danu.

"Kalau perjalanan dinas ada, tapi kalau kwitansi (perjalanan) biasa tidak ada," jawab Danu.

Diketahui, Jero menggunakan DOM untuk keperluan pribadi seperti membeli tiket pesawat untuk anak istri, membeli tiket konser dan beberapa keperluan pribadi lainnya. Penggunaan DOM untuk hal pribadi itu dikatakan saksi Luh Ayu Rusminingsih pada persidangan sebelumnya tak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga laporan yang dibuat harus dipalsukan menjadi perjalanan dinas fiktif hingga mark up.

Dalam setiap kesempatan pun, Jero mengaku bahwa hanya dengan bukti kwitansi yang dia tandatangani saat menerima DOM sudah menjadi bukti sah tanpa diikuti rincian bukti lain penggunaan anggaran. Hal itu terjadi selama bertahun-tahun menjabat sebagai menteri dan tak pernah dipersoalkan dalam pertanggungjawaban, kendati DOM dihabiskan untuk kepentingan pribadi.

"2008 saya ada 86 kwitansi, dari jatah DOM per tahun Rp2,8 miliar, yang diambil hanya Rp2,1 miliar. Itu dari 86 kwitansi itu sah. Tahun 2009 juga anggaran DOM Rp3,6 miliar, yang dipakai Rp1,328 miliar ada 48 lembar kwitansi, itu sah," kata Jero.

Jero sebelumnya dijerat dengan tiga dakwaan berlapis. Dia dinilai telah menyalahgunakan DOM, memeras, serta menerima gratifikasi.

Pada dakwaan pertama, Jero Wacik selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didakwa menyalahgunakan DOM. Dana yang mencapai Rp8.408.617.149 ini disebut digunakan untuk memperkaya diri sendiri serta keluarganya.

Di dakwaan kedua, Jero selaku Menteri ESDM didakwa memeras dengan cara memaksa anak buahnya melakukan pengumpulan uang. Pemerasan dilakukan karena Jero menilai DOM di Kementerian ESDM lebih kecil dibandingkan di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Uang yang dikumpulkan anak buahnya itu berasal dari kickback rekanan pengadaan. Jumlahnya mencapai Rp10,38 miliar. Uang itu digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi Jero.

Sementara pada dakwaan ketiga, Jero didakwa menerima gratifikasi terkait jabatannya sebagai Menteri ESDM. Gratifikasi diterima dalam bentuk pembayaran biaya pesta ulang tahun Jero tanggal 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jaksel, sejumlah Rp349.065.174.


(REN)

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi
Klausul Pembelian Messi

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi

1 hour Ago

Messi memiliki klausul 300 juta Euro atau jika dirupiahkan menjadi Rp4,7 triliun.…

BERITA LAINNYA
Video /