7 Tahanan Kabur dari Polsek Ciracas

Akmal Fauzi    •    20 Oktober 2015 08:20 WIB
tahanan kabur
7 Tahanan Kabur dari Polsek Ciracas
Ilustrasi--Antara/Ampelsa

Metrotvnews.com, Jakarta: Tujuh tahanan Polsek Ciracas melarikan diri. Ketujuh tahanan dengan latar belakang kasus berbeda-beda itu kabur pada Senin (19/10/2015) dini hari.

"Waktu kabur itu memang ada empat petugas. Memang petugas sedikit yang jaga karena semua pada konsentrasi  menjaga keamanan final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno," ujar Kapolsek Metro Ciracas, Komisaris Budi Santoso, Senin (19/10/2015).

Kaburnya ketujuh tahanan itu pertama kali diketahui oleh Ahmad Farok dan Albar. Mereka kaget saat bangun tidur pukul 06.00 WIB, tidak mendapati tujuh tahanan satu selnya kabur.

Sebelumnya terdapat sembilan tahanan menghuni sel Polsek Ciracas. Saat ketujuh tahanan itu kabur, petugas yang berjaga hanya empat orang.

Sementara, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Umar Faroq menampik kaburnya ketujuh tahanan tersebut dikarenakan pengamanan final Piala Presiden 2015. "Itu bukan kaitan dengan (final) Piala Presiden, tidak terlibat sama sekali," ujar Umar di Mapolsek Ciracas.

Ia menyebutkan, faktor ketujuh tahanan yang kabur itu murni dari ketidak disiplinan anak buahnya dalam menjalankan tugas jaga. "Ini petugas jaga lalai dan tidak disiplin dalam menjalankan tugas," terangnya.

Umar menjelaskan, kaburnya ketujuh tahanan itu memanfaatkan teralis besi yang sudah termakan faktor usia. "Ini bukan digeregaji," jelas Umar.

Ihwal sanksi yang diberikan akibat kelalaian tersebut, Umar menyerahkan semuanya dalam proses sesuai hukum yang ditentukan. Untuk menangkap kembali ketujuh tahanan yang dimaksud, pihaknya telah mengerahkan sejumlah petugas begitu mendapati kejadian tersebut.

"hal itu (sanksi) akan diberikan sesuai dengan ketentuan dan kebikjaksanaan pimpinan. Dengan kaburnya tujuh tersangka dari polsek, saat ini masih dilakukan pencarian dan sudah ada tim dari pagi," tutupnya.

Adapun identitas ketujuh tahanan tersebut yakni Rudyana alias Ryan (tahanan kasus narkoba), Ledi Sofyan Hadi (tahanan kasus uang palsu), Agustiar alias Agus tahanan kasus pencurian dengan pemberatan), Stephanus Theodorus (tahanan kasus pencurian dengan pemberatan), Parmonangan Samosir dan Rinto MH Sidobalok (tahanan kasus pencurian dengan kekerasan), dan Budi Aprian tahanan (kasus narkoba).


(YDH)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

6 hours Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /