Tips Membuat Konten Menarik di YouTube

Ellavie Ichlasa Amalia    •    20 Oktober 2015 18:37 WIB
tips & trik
Tips Membuat Konten Menarik di YouTube
Hari ini, YouTube mengadakan acara tentang cara membuat iklan yang efektif.

Metrotvnews.com, Jakarta: Walaupun Indonesia semakin aktif menggunakan YouTube, baik sebagai penonton atau untuk mengunggah video, tetapi sebagian besar dari mereka juga aktif untuk melewati video iklan yang sering diselipkan di awal, di akhir ataupun di tengah video. Karena itulah, pada hari ini, YouTube mengadakan sebuah acara mengenai cara pembuatan iklan yang efektif.

Veronica Utami, Head of Marketing, Google Indonesia, mengatakan, untuk membuat iklan berupa video, ada 6 hal yang harus diperhatikan oleh pembuat iklan jika mereka ingin iklannya sukses.

1. Buat format video yang mudah untuk dibagikan
Veronica menjelaskan, salah satu hal yang dapat membuat sebuah video menjadi viral adalah jika video tersebut memiliki relevansi dengan kejadian yang sedang ramai dibicarakan di masyarakat.

"Misalnya, sekarang ini, kemenangan Persib di Piala Presiden atau masalah asap," kata Veronica. Hal lain yang membuat video menjadi viral adalah jika video tersebut mengandung nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Di Indonesia, nilai tersebut berupa cinta dan kekeluargaan. Veronica menjelaskan, saat ini, masyarakat Indonesia menyukai video yang emosional.

2. Kolaborasi dengan YouTuber
Bagi perusahaan yang ingin membuat iklan berupa video tetapi tidak tahu hendak akan membuat video yang seperti apa, dia menyarankan untuk melakukan kolaborasi dengan YouTuber Indonesia yang memang sudah populer. 

"Salah satu keuntungan melakukan kolaborasi adalah karena sang YouTuber sudah memiliki fan base," kata Veronica.

Perusahaan harus memilih YouTuber yang tepat dengan memastikan bahwa karakteristik YouTuber sesuai dengan imej perusahaan dan penonton sang YouTuber memang sesuai dengan target pasar pihak perusahaan.

3. Berinteraksi dengan penonton
Biasanya, masyarakat akan lebih tertarik pada seseorang daripada pada sebuah merek. Veronica menjelaskan, saat berinteraksi, perusahaan dapat meminta umpan balik pada penonton, biasanya berupa komentar. 

Meski belum bisa diterapkan dengan sukses di Indonesia, tetapi di negara lain, terkadang perusahaan bahkan bisa mendorong penonton untuk membuat video dan pihak perusahaan akan membuat konten yang merupakan gabungan dari video buatan penonton.

Sayangnya, umpan balik layaknya sebuah pisau bermata dua, karena tidak selamanya komentar yang diterima bersifat positif, banyak juga komentar yang berupa kritik atau bahkan hinaan.

4. Buat video yang mudah dipahami
"Terutama saat Anda membuat video berseri," kata Veronica. Meski membuat video berseri, setiap video harus dapat ditonton secara terpisah. "Jangan seperti sinetron, yang mengharuskan penonton untuk menonton semua episodenya agar bisa mengerti jalan ceritanya," katanya.

5. Kembangkan suara, format dan jadwal yang konsisten
Saat pihak pembuat video memiliki jadwal yang tetap dalam mengunggah video, maka penonton akan memiliki ekspektasi tertentu pada mereka.

6. Tampilkan cerita yang menarik
Veronica menjelaskan, dengan membuat konten yang menarik, penonton akan menonton video iklan yang ditayangkan dengan sendirinya, walaupun durasi video tersebut cukup panjang. Pendapat Veronica ini didukung Galuh Chandrakirana, Team Leader Marketing LINE Indonesia.

Galuh menyebutkan, daripada membuat video iklan pendek dengan durasi 30 atau 60 detik, dia lebih memilih membuat video yang lebih panjang yang lebih bermakna. "Meskipun tidak semua kampanye LINE, kami membuat video berdurasi panjang," kata Galuh.


(ABE)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /