Utak-Atik KPK, Peti Mati Menanti DPR

Yogi Bayu Aji    •    20 Oktober 2015 19:21 WIB
kpk
Utak-Atik KPK, Peti Mati Menanti DPR
Peti Mati di KPK-----MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi mendapatkan kiriman peta mati dari warga Solo bernama Bambang Saptono. Setelah KPK, Bambang berencana mengirimkan paket serupa kepada DPR.

"Ini target saya ke KPK dulu bahwa ini merupakan simbol kematian KPK ketika DPR RI ngotot membahas kembali revisi Undang-Undang KPK, saya akan kirimkan," kata Bambang ketika dikonfirmasi, Selasa (20/10/2015).

Menurut dia, DPR terlihat begitu bersemangat membahas revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Revisi dapat membunuh lembaga antikorupsi itu. Bambang khawatir wakil rakyat tetap ngotot mengotak-atik regulasi tersebut.

"Apabila itu diteruskan akan melemahkan dan mematikan KPK, dan yang akan terjadi akan menyuburkan korupsi," jelas dia.

Dia menilai, pemerintah tak boleh hanya menunda pembahasan revisi tersebut. Pemerintah, kata Bambang, harus tegas menolak revisi UU KPK.

"Harus ditolak, ditiadakan, tidak ada revisi. Kami meminta kepada Presiden agar revisi UU KPK dibatalkan," jelas dia.

Bambang bercerita sejatinya peti mati yang sampai di KPK hari ini sudah dikirim sejak Selasa 13 Oktober lalu. Dia mengaku tak banyak merogoh kocek untuk membeli peti tersebut.

Ini bukan kali pertama Bambang mengirimkan peti mati ke lembaga negara. Dia pernah mengirim paket serupa ke Mahkamah Konstitusi dan Kedutaan Australia beberapa tahun lalu.

Bambang mengirim peti mati lantaran pejabat tak mempan kritik halus. "Tapi pakai cara seperti itu agar dapat perhatian dan mereka mikirkan itu semua. Itu gerakan saya pribadi," jelas dia.


(TII)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /