Ramalan di Film 'Back to the Future' Tahun 1989, Betul Terjadi Hari Ini

Agustinus Shindu Alpito    •    21 Oktober 2015 12:36 WIB
film asing
Ramalan di Film 'Back to the Future' Tahun 1989, Betul Terjadi Hari Ini
Adegan menaiki hoverboard di Back to the Future II (Foto:Sbs.com.au)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada tahun 1989, sebuah film berjudul Back to the Future II, dirilis. Film arahan sutradara Robert Zemeckis itu menjadi viral di media sosial pada hari ini, Rabu (21/10/2015).

Pasalnya, film itu menggambarkan kehidupan pada 2015, tepatnya tanggal 21 Oktober.

Adegan-adegan dalam film itu tentu terlihat futuristik pada zamannya. Uniknya, apa yang digambarkan dalam film Back to the Future, benar-benar terjadi hari ini.

Teknologi yang secara tepat diramalkan film tersebut adalah hoverboard, sebuah papan yang melayang dan bisa dinaiki untuk berpindah tempat.

Pada Mei lalu, seorang ilmuwan asal Kanada, Catalin Alexandru Duru, memecahkan rekor melayang menggunakan hoverboard dan menempuh jarak 275,9 meter. Aksi Catalin itu sukses memecahkan rekor dunia.

Namun, tidak semua teknologi yang diramalkan Back to the Future, tepat. Sebuah adegan menunjukkan pada masa sekarang membuat makanan sangat instan.

Sebagai contoh, sekeping pizza berukuran kecil bisa membesar berkali lipat saat dimasak dengan alat serupa oven. Pada kenyataannya, saat ini pengolahan makanan secara konvensional masih dipertahankan.

Film Back to the Future juga menampilkan mobil terbang yang diceritakan menjadi kendaraan pada 2015. Soal itu tak sepenuhnya meleset, namun juga tidak 100 persen terjadi tahun ini.

Sebuah perusahaan Slovakia, AeroMobil, telah menciptakan mobil-pesawat yang bisa dibeli dalam satu atau dua tahun ke depan. Dibutuhkan lisensi pilot untuk mengemudikan mobil terbang itu.

Mobil terbang yang dimaksud dalam Back to the Future berbahan bakar sampah rumah tangga. Dengan mesin Mr Fusion yang mirip blender, cukup memasukkan sampah dan secara otomatis akan diubah menjadi bahan bakar.

Tokoh utama film tersebut, Marty McFly (Michael J. Fox), tampak berkomunikasi dengan bosnya via televisi. Teknologi yang sepertinya mustahil pada 1989 itu, namun merupakan hal lumrah di era sekarang.

Percakapan audio-visual via Skype, FaceTime, Google Hangouts, dan Snapchat, menjadi bentuk komunikasi sehari-hari pada saat ini. Lagi-lagi, prediksi Back to the Future benar.

Prediksi yang salah dari film itu adalah keberadaan mesin faks yang hampir ada di setiap tempat. Faktanya, mesin faks sudah ditinggalkan saat ini. Orang lebih memilih surat elektronik (email) dan berkomunikasi lewat aplikasi percakapan, ketimbang harus berkirim faks.

Back to the Future II pun meramalkan bahwa pada 2015 sekuel film Jaws sudah mencapai seri ke-19. Entah adegan soal film Jaws hanya sebagai lelucon atau bukan, namun prediksi tersebut meleset. Film Jaws terakhir diproduksi tahun 1987.

Film fiksi ilmiah seringkali memberikan bocoran tentang teknologi di masa depan. Barangkali kita terheran-heran saat melihat teknologi yang rasanya mustahil pada era sekarang, tapi bisa jadi teknologi futuristik itu benar-benar terjadi pada masa depan, seperti apa yang dipaparkan Back to the Future.

 


(ROS)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /