Timnas Maroko Optimistis Pecundangi Indonesia

- 18 September 2013 22:33 wib

Metrotvnews.com, Palembang: Timnas sepak bola Maroko tebar optimisme mempecundangi tuan rumah Indonesia pada laga penyisihan Grup B di ajang ISG Palembang.

Maroko memang menargetkan kemenangan atas tuan rumah Indonesia pada pertandingan penyisihan Grup B yang dilangsungkan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (19/9) malam.

"Persiapan terbilang cukup matang karena pemain sudah berlatih bersama sejak satu bulan lalu sehingga tidak segan-segan menargetkan kemenangan dari Indonesia," kata Pelatih Maroko Hasan didampingi Manajer Tim Maiza Johanes di Palembang, Rabu (18/9).

Ia mengemukakan bahwa sebanyak 21 pemain memperkuat tim yang sebagian besar berusia di bawah 20 tahun. "Meski diperkuat pemain muda, saya optimistis tim mampu bermain secara efektif dan efisien, apalagi sempat melakukan ajang uji coba dengan menjajal turnamen Francophone Games 2013 di Prancis. Ketika itu, tim di urutan kedua setelah pada final dikalahkan atas Kongo 1-2," katanya.

Terkait dengan kekuatan dan kelemahan Tim Indonesia, dia menyatakan tidak begitu mengetahui secara detail, termasuk beberapa tim lainnya. Meski demikian, dia mematok menembus babak semifinal ajang olahraga negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam itu.

"Target awal, yakni sapu bersih dua pada laga dipenyisihan. Setelah itu, harus berpikir realistis mengingat ada Turki dan Arab Saudi pada Grup A yang juga harus diperhitungkan," katanya.

Tim Nasional Indonesia berada di Grup B bersama Maroko dan Palestina dan Grup A dihuni Arab Saudi, Suriah, Turki, dan Irak.

Jadwal pertandingan sepak bola pada hari Kamis (19/9), atau lebih awal dari cabang olahraga lain dengan mempertemukan Arab Saudi vs Suriah (pukul 15.30 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring), Turki vs Iraq (pukul 15.30 di Stadion Madya Bumi Sriwijaya), dan Indonesia vs Maroko (pukul 20.45 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring). (Antara)

()

INGGRIS
SPANYOL
ITALIA
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.