Mantan Anak Buah Siti Fadilah Dituntut 4 Tahun Penjara

Renatha Swasty    •    21 Oktober 2015 14:09 WIB
kasus korupsi
Mantan Anak Buah Siti Fadilah Dituntut 4 Tahun Penjara
Mulya Hasjim-----MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan RI tahun 2006-2007 dan tahun 2009 Mulya A Hasjmy dituntut empat tahun penjara dan denda Rp181 juta subsider empat bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum pada KPK. Hasjmy dinilai terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama terkait pengadaan peralatan medik dalam rangka penanganan wabah flu burung.

"Supaya Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, menyatakan terdakwa Mulya A Hasjmy bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Jaksa Risma Ansyari saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2015).

Jaksa menilai, anak buah mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari itu bersalah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa Ansyari mengatakan, Hasjmy diangkat menjadi Kuasa Pengguna Anggaran untuk melaksanakan pengadaan peralatan medik dalam rangka penanganan wabah flu burung. Pengadaan menggunakan sisa anggaran pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin tahun 2006.

Dalam proses pengadaannya, Hasjmy diperintah Siti Fadillah menunjuk sejumlah perusahaan untuk melakukan pengadaan. Dari proses itu kemudian ia diberikan satu mobil Toyota Rush oleh Direktur Utama Bhineka Usada Raya, Singgih Wibisono, yang perusahaannya minta diiuktsertakan.

(Baca: Siti Fadilah Bantah Tentukan Rekanan Pengadaan Alkes Flu Burung)

Terkait perbuatannya, Jaksa juga menuntut supaya Hasjmy membayar denda sejumlah Rp181.900 juta subsier enam bulan kurungan.

Hasjmy diberatkan lantaran perbuatan terdakwa selaku KPA dan PPK tidak mendukung usaha pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Sementara diringakan karena bersikap sopan, menyesali perbuatannya, telah berusia lanjut, masih memiliki tanggungan keluarga dan terdakwa adalab terpidana dari dua perkara tindak pidana korupsi Alkes yang saat ini sedang menjalani pidana penjara sampai dengan tahun 2020.

Atas tuntutan Jaksa, Hasjmy akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi. "Saya serahkan pada pengacara saya," ujar Hasjmy.
 


(TII)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

3 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /