Ditanya Freeport, Dubes AS: Biar Kedua Presiden yang Menjelaskan

Fajar Nugraha    •    21 Oktober 2015 15:11 WIB
freeport
Ditanya Freeport, Dubes AS: Biar Kedua Presiden yang Menjelaskan
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake (tengah). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabar mengenai keinginan PT Freeport Indonesia untuk memperpanjang kontraknya semakin santer. Bahkan, ada kabar Presiden Joko Widodo dan Presiden Barack Obama akan membahasnya dalam kunjungan kenegaraan mendatang.

Menurut Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert Blake mengenai Freeport, pihaknya mengaku tidak memiliki informasi spesifik apakah akan dibicarakan oleh kedua presiden. Menurutnya, bila diutarakan saat ini, akan mengalihkan perhatian mengenai kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke AS, 26-28 Oktober 2015.

"Kami akan membiarkan mereka (Presiden Jokowi-Presiden Obama) untuk mengumumkan spefisik tentang masalah Freeport," ujar Dubes Blake, di Kantor Kedubes AS di Gedung Sarana Jaya, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

"Tetapi mengenai Freeport, kami menyambut baik pengumuman sebelumnya dari Pemerintah RI. Pengumuman menunjukkan niat Pemerintah RI memberikan jaminan untuk Freeport, tentang niat mereka melanjutkan kerja jangka panjang di sini dan memperpanjang kontrak kerja mereka," lanjutnya.

Blake menambahkan, "ada banyak pemberitaan di media bahwa Freeport saat ini mencari peluang untuk memperpanjang kontrak mereka. Hal itu tidak benar, mereka hanya ini jaminan bahwa di masa depan jika mereka ingin memperpanjang kontraknya, mereka akan mendapatkan kesempatan itu".

Ketika ditanya seberapa penting jaminan kontrak kerja, Blake menyebutkan, "Sangat penting. Setiap perusahaan manapun tidak akan mendapatkan investasi baru,-dalam hal ini Freeport akan memulai pertambangan di bawah tanah yang baru di Papua- mereka harus mendapatkan jaminan bahwa kontrak mereka akan diperpanjang".

"Jadi mereka bisa mendapatkan investasi baru (jika ada jaminan perpanjangan kontrak)," tegasnya.

"Saya kira ini sangat penting. Ini adalah contoh bagus dari niat Pemerintah Indonesia mengatasi permasalahan dengan investor asing. Ada anggapan bahwa Pemerintah Indonesia tidak memberikan keputusan penting (sebelum kepergian Jokowi), hal itu tidak benar. Mereka mampu membuat keputusan dan bergerak maju untuk menjaring investasi asing," ungkapnya.

Blake pun menjelaskan, usai kunjungan Presiden Jokowi diharapkan akan ada beberapa investasi yang beragam.


(AHL)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /