BTN Belum Berminat Revaluasi Aset

   •    21 Oktober 2015 15:45 WIB
btn
BTN Belum Berminat Revaluasi Aset
Ilustrasi BTN (MI/ADAM DWI PUTRA)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) belum berminat melakukan revaluasi aset kendati pemerintah berencana akan memangkas tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final dari 10 persen menjadi tiga persen hingga akhir tahun ini.

"Kami masih lihat (untuk revaluasi), karena kami lagi konsentrasi ke yang lebih besar yakni memperbesar pinjaman subordinasi. Konversi dari dana FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) jadi pinjaman subordinasi dari pemerintah," kata Direktur BTN Iman Nugroho Soeko, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Iman menuturkan, sebelumnya BTN juga pernah melakukan revaluasi aset pada 2007 dan mendapatkan tambahan modal sekitar Rp677 miliar. Dibandingkan dengan upaya untuk konversi FLLP menjadi pinjaman subordinasi pemerintah, tambahan modal dari revaluasi aset dinilai tidak terlalu signifikan.

"(insentif revaluasi aset ini) tidak nendang. Kalau kami tidak punya alternatif lain, mungkin kami lakukan, tapi kami ada alternatif lain yaitu mengubah dana FLPP yang di buku kita sudah ada Rp17 triliun, kalau kami bisa catatin itu sebagai pinjaman subordinasi dari pemerintah, itu tambahan modalnya bisa besar," jelas Iman.

Ia mengatakan, untuk komponen modal pelengkap (tier dua) dapat ditambah hingga angka maksimal dari modal inti perseroan, maka pihaknya bisa menambahkan modal dari pinjaman subordinasi tersebut hingga Rp11,5 triliun.

"Jadi kalau kami bisa menambah modal sekitar Rp11,5 triliun, ngapain ngurusuin yang Rp600 miliar (tambahan jika lakukan revaluasi aset) yang paling menambah 0,5 persen CAR (rasio kecukupan modal/capital adequacy ratio)," ujar Iman.

Saat ini, posisi CAR BTN mencapai 15,8 persen. Apabila konversi FLPP menjadi pinjaman subordinasi dari pemerintah rampung dilakukan maka CAR BTN diperkirakan akan bertambah hingga dua kali lipatnya.

"Kalau kita cuma bisa nambah CAR (dari revaluasi aset) jadi 16 persen, kenapa kami tidak lakukan yang tadi (konversi FLPP ke pinjaman subordinasi) sehingga CAR kami menjadi 28-30 persen, tapi itu belum kami hitung benar," pungkas Iman.


(ABD)

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona

Jumpa Barcelona, Hargreaves Kasihan dengan Fan Chelsea

4 hours Ago

Chelsea ditakdirkan bersua Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions 2017 -- 2018. Mantan pe…

BERITA LAINNYA
Video /