NasDem Dukung Usulan Pengibirian Paedofil

Al Abrar    •    21 Oktober 2015 19:23 WIB
kekerasan seksual anak
NasDem Dukung Usulan Pengibirian Paedofil
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak,--Foto: Dok/Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai NasDem mendukung usul hukuman kebiri buat pelaku kejahatan seksual. Kebiri berupa suntik syaraf libido.

NasDem menilai, hukuman itu efektif melahirkan efek jera. "Kalau tidak dikebiri dia akan mengulang tindakan itu lagi," kata Ketua Fraksi Nasdem DPR Victor Laiskodat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

Viktor mengatakan, selama ini penjahat kejahatan seksual hanya disasar dengan Pasal 338, Pasal 340 KUHP, dan Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak. Hukuman rata-rata bagi pelaku hanya 15 tahun. Tapi, hukuman itu dianggap ampuh.

"Dengan hukuman kebiri, dia tak melakukan itu lagi," kata Victor.

Presiden Joko Widodo menyetujui usulan pemberlakuan hukuman kebiri buat pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Usulan itu mengemuka dalam rapat terbatas terkait kejahatan terhadap anak, Selasa 20 Oktober 2015.

"Jaksa Agung mengusulkan pemberatan hukuman dengan pelaksanaan kebiri, yang direspons baik Presiden dan didukung Menteri Sosial," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulis kepada Metrotvnews.com, Rabu (21/10/2015).

Pemberatan ini, kata Niam, dilakukan lantaran hukuman yang diterima tergolong ringan. Pelaku kejahatan seksual terhadap anak kerap mengulangi perbuatannya. Mereka tidak jera, apalagi takut. Masalah tersebut menjadi fokus perhatian Presiden Jokowi.

Terkait payung hukum buat hukuman tersebut, tambah Niam, rapat kabinet terbatas mengusulkan revisi Undang-undang Perlindungan Anak. Namun, Niam menyebut, pihaknya mengusulkan penerbitan Peraturan Pengganti Undang-undang pemberian hukuman tambahan bagi pelaku kekerasan terhadap anak.

"Presiden mengapresiasi, mendukung dan meminta segera ditindaklanjuti," tegas dia.

Tak hanya soal hukuman bagi pelaku kejahatan, Niam mengatakan, sejumlah langkah disepakati presiden untuk mencegah kekerasan seksual. Salah satunya, memperketat pemblokiran situs pornografi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informasi serta memasifkan pendidikan pranikah oleh Kementerian Agama.

"Sebagai sebuah gerakan yang sistemik. Kemenag perlu merevitalisasi kursus calon pengantin secara serius," jelas Niam.

Dalam rapat tersebut hadir Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise dan Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa.


(MBM)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /