Volume & Nilai Ekspor Naik, IKPP Sabet Primaniyarta

Husen Miftahudin    •    22 Oktober 2015 08:08 WIB
sinar mas group
Volume & Nilai Ekspor Naik, IKPP Sabet Primaniyarta
Pabrik kertas Indah Kiat Pulp & Paper. (FOTO: MI/AGUNG WIBOWO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu pilar usaha Sinar Mas di bidang pulp dan kertas, Asia Pulp & Paper (APP) melalui PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP), meraih penghargaan Primaniyarta untuk ke-5 kalinya sebagai eksportir berkinerja. Sebelumnya, perusahaan nasional ini juga meraih penghargaan untuk kategori yang sama pada 2007, 2009, 2010, dan 2012.

"Kami menyambut baik capaian ini, karena penghargaan ini merupakan wujud nyata kami dalam menghasilkan produk berkualitas sehingga dapat di terima pasar Internasional. Penghargaan ini mengidentifikasikan nilai dan volume ekspor kami naik dari tahun ke tahun," ungkap Direktur APP Suhendra Wiriadinata, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor. Penghargaan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini memiliki tujuan untuk mengapresiasi para eksportir nasional yang mencatatkan prestasi terbaik dalam ekspor nonmigas.

"Kami selalu beroperasi dengan prinsip berkelanjutan, transparansi serta menjunjung tinggi peraturan pemerintah dan taat hukum. Pencapaian itu, tak lepas dari potensi sektor pulp dan kertas sebagai andalan ekspor nasional dan kami sesuai dengan permintaan pasar, kami memproduksi kertas dan produk turunannya yang memiliki nilai tambah," katanya.

Penghargaan Primaniyarta tahun ini terdapat penambahan kriteria green product ke dalam tiap kategori, khususnya bagi ekspor produk berbasis sumber daya alam dan produk olahan yang berpotensi menghasilkan limbah berbahaya. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan produk yang berkelanjutan.

"Produksi bubur kertas (pulp) dan kertas membutuhkan pasokan bahan baku kayu secara berkelanjutan, ini hanya bisa didapat dengan menjaga kelestarian hutan tanaman, dan lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya, penyiapan lahan lahan tanpa bakar (zero burning policy) menjadi komitmen kami sejak 1996. Selain itu, sejak 2013 kami telah menerapkan kebijakan konservasi hutan (Forest Conservation Policy), yang salah satu komitmennya adalah tidak membuka lahan baru dari hutan alam," tegasnya.

"Mempertahankan prestasi bukanlah hal mudah, dengan penghargaan ini mendorong kami untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi Indonesia, dengan inovasi tanpa henti, meningkatkan nilai ekspor, mempekerjakan ratusan ribu karyawan, serta memperhatikan aspek lingkungan sebagai satu kesatuan rantai industri kami, karena kami yakin dalam menghasilkan produk berkualitas tidak hanya memperhatikan unsur keuntungan semata, namun faktor manusia dan lingkungan juga turut di jaga. Terlebih saat ini datang sejumlah tantangan seperti pelemahan ekonomi global dan kemarau panjang karena dampak El Nino," tutup Suhendra.


(AHL)

Video /