Perekonomian Lemah, Realisasi Investasi Triwulan III Naik 17%

Husen Miftahudin    •    22 Oktober 2015 11:35 WIB
bkpm
Perekonomian Lemah, Realisasi Investasi Triwulan III Naik 17%
Ilustrasi -- FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski kondisi perekonomian dalam negeri terjadi pelemahan, namun realisasi investasi terus mengalami kecemerlangan. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi triwulan III (Juli-September) 2015 sebesar Rp140,3 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengungkapkan, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp47,8 triliun atau meningkat 14,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Begitu pun pada realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp92,5 triliun atau tumbuh 18,1 persen dibanding periode sama 2014.

"Capaian triwulan III ini berarti realisasi investasi selama Januari hingga September 2015 mencapai Rp400 triliun atau meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menunjukkan sudah 77 persen dari target realisasi investasi tahun 2015 sebesar Rp519,5 triliun," ujar Azhar dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2015 di kantor BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto No 44, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2015).

Kepala BKPM Franky Sibarani menambahkan, realisasi investasi sepanjang Januari-September 2015 dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 1.059.734 orang atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 930.336 orang.

"Kinerja investasi tetap menunjukkan geliat pertumbuhan di tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ini memperlihatkan kepercayaan para investor terhadap kondisi fundamental ekonomi dan politik Indonesia," paparnya.

Capaian realisasi investasi ini, lanjut Franky, memberikan optimisme prospek investasi Indonesia ke depan masih cukup baik. Terlebih pemerintah sudah mengeluarkan berbagai paket kebijakan yang memberikan kemudahan pada investor.

"Kinerja yang baik selama sembilan bulan pertama tahun ini menunjukkan pertumbuhan investasi 17 persen memberikan optimisme bahwa target investasi Rp519,5 triliun tahun ini akan tercapai. Kita optimis target itu tercapai," tegas Franky.


(AHL)

Video /