Sanksi Bagi Pelaku Kejahatan Satwa Masih Ringan

Muhammad Khoirur Rosyid    •    22 Oktober 2015 23:51 WIB
satwa langka
Sanksi Bagi Pelaku Kejahatan Satwa Masih Ringan
Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar saat merilis tangkapan bisnis satwa lindung di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (22/10/2015). Foto: Metrotvnews.com/Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Masih maraknya penjualan satwa lindung tidak terlepas dari sanksi yang diberikan atas pelaku sesuai dengan UU Nomor 590 tentang Satwa yang Dilindungi. Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar saat menghadiri gelar perkara penangkapa perdagangan satwa lindung di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis, 22 Oktober.
 
“Bagi pelaku sanksinnya cukup ringan. Sehingga mereka dengan leluasa dan tanpa beban menjual satwa lindung,” katanya.
 
Siti menjelaskan kementeriannya telah menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk perlindungan satwa dan tumbuhan yang dilindungi undang-undang. Dari kerja sama itu, Indonesia dan Amerika akan berkoordinasi untuk kecepatan penanganan perkara.
 
“Bagaimana cara cepat menangani kejahatan satwa dan tumbuhan, itulah inti kerja samanya. Jadi, ketika diketahui ada kejahatan satwa dan tumbuhan, bisa dengan mudah terlacak petugas,” ujarnya.
 
Selain itu, kata Siti, beberapa pelabuhan akan difasilitasi peralatan canggih. Ketika ada penyelundupan atau pencurian ikan, dengan mudah akan tertangkap peralatan yang telah difasilitasi di pelabuhan. “Pemerintah sangat serius memerangi kejahatan tersebut. Karena ini sangat merugikan negara dan masyarakat di Indonesia,” terangnya.
 
Bareskrim mabes Polri bersama Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menggerebek bisnis ilegal satwa yang dilindungi. Seorang tersangka bernama Abdulrahman Assegaf, 61, warga Manukan Kulon, Kecamatan Manukan, Surabaya, diamankan.



(UWA)