Pertumbuhan Ekspor Manufaktur Picu Peningkatan Impor

Suci Sedya Utami    •    23 Oktober 2015 14:18 WIB
ekspor vs impor
Pertumbuhan Ekspor Manufaktur Picu Peningkatan Impor
Pengamat ekonomi Felia Salim (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat ekonomi Felia Salim menilai kebijakan Pemerintah Jokowi-JK yang menginginkan perubahan arah ekspor yakni dari sektor komoditas menjadi sektor manufaktur akan membuat kegiatan impor di Indonesia mengalami peningkatan. 

"Untuk sementara akan banyak impor karena masih banyak butuh capital good untuk membangun sektor manufaktur," kata Felia, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, seperti diberitakan Jumat (23/10/2015). 

Menurut mantan Vice President Bank Rakyat Indonesia (BNI), dalam membangun dan menghidupkan kembali sektor manufaktur membutuhkan barang modal yang harus diimpor, utamanya barang-barang itu berasal dari Tiongkok, Eropa, Jerman, dan juga Italia.

"Mereka datang ke sini menawarkan peralatan untuk mengembangkan pasokan sektor manufaktur yang akan kita dorong," tutur cucu dari mantan Menteri Luar Negeri Agus Salim ini.

Namun demikian, dirinya meminta agar masyarakat tidak khawatir dengan peningkatan impor tersebut karena bertujuan untuk pengembangan sektor manufaktur. Apalagi, pengeluaran untuk impor tersebut bisa diseimbangkan dengan pertumbuhan sektor jasa atau service sector yang banyak menghasilkan pemasukan.

"Sektor jasa sebagai pendukung banyak hal. Itu luas sekali daya dukungnya. Penyerapan tenaga kerja sepertinya besar di sana. Kalau ada kebijakan yang meningkatkan dan menguatkan sektor ini lebih dahsyat lagi," pungkasnya.


(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /