Ilham Udin Ingin Main di Klub Eropa

- 23 September 2013 23:25 wib

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pemain sayap kiri Timnas U-19 Ilham Udin Armayn bercita-cita menjadi pesepak bola internasional dan bisa main di klub Eropa. Ilham merupakan salah satu pemain Timnas U-19 yang menjadi penentu keberhasilan menjadi juara Piala AFF 2013. Tendangan penalti akhir Ilham yang akhirnya memenangkan Indonesia atas Vietnam dengan skor akhir 7-6.

Sebelumnya saat laga penentuan melawan Malaysia, dia juga mencetak gol penentu hingga skor menjadi imbang 1-1. Ilham sendiri tidak menyangka tendangan penaltinya di final menjadi juru kunci kemenangan Timnas Indonesia. Apalagi dia hanya dijadikan eksekutor cadangan dalam adu penalti ini.

Dalam setiap latihan, nama Ilham juga tidak dimasukkan penendang inti penalti. Di setiap latihan tendangan penalti dia juga jarang terlihat.
"Saya bersyukur sekali bola bisa masuk ke gawang Vietnam," kata Ilham, Senin (23/9).

Ilham Udin Armayn dilahirkan di Desa Lelei Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara 10 Mei 1996. Sejak usia 9 tahun dia menyandang anak
yatim karena ayahnya meninggal dunia. Sejak ayahnya meninggal dunia, praktis sang ibu Ani menjadi tulang punggung memenuhi kebutuhan keluarga. Ilham merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Kondisi kehidupan keluarganya yang susah ini memicu Ilham serius menekuni hobinya bermain bola. Ketekunannya berlatih bola mulai terlihat membawa hasil.

Ke depan Ilham ingin menjadi pemain sepak bola profesional internasional. Bahkan dia memiliki keinginan bisa bermain di luar negeri. "Kalau bisa saya ingin bisa bermain di klub Eropa," kata Ilham.

()

INGGRIS
SPANYOL
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.