Kejahatan Skimming ATM Diduga Berjaringan

Meilikhah    •    23 Oktober 2015 22:46 WIB
kejahatan cyber
Kejahatan <i>Skimming</i> ATM Diduga Berjaringan
Pelaku skimming ATM asal Bulgaria Dimitar Nololov Ilev. Foto: MTVN/Meilikhah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejahatan cyber dengan modus skimming ATM bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Pelakunya tak hanya warga pribumi, warga negara asing pun menjadikan Indonesia tempat melakukan kejahatan yang menyasar warga negara asing pula.

Seperti kasus skimming ATM yang dilakukan warga negara Bulgaria Dimitar Nololov Ilev, dia menjadikan Indonesia sebagai tempat melakukan kejahatan siber namun targetnya warga negara Serbia. Berdasarkan penyidikan, Nololov diduga tak bermain sendiri.

"Tersangka tidak kerja sendiri karena mereka kerja sama dengan terdakwa Iliena Ilieva Setanova, dia sudah terdakwa dan sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Denpasar, Bali," kata Wakil Jaksa Agung, Andi Nirwanto, saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2015).

Nololov diketahui melancarkan aksinya sejak 2013 lalu. Sudah puluhan triliun masuk ke kantong pribadinya yang berasal dari tindak kejahatan pencurian data nasabah melalui mesin ATM dan pencurian pin.

Nololov bisa dibilang cukup pintar, dia memasukan alat skimming ke dalam mesin ATM agar data nasabah yang melakukan aktifitas perbankan bisa dicuri. Dia bahkan memasang kamera pengintai untuk merekam nasabah saat memasukan pin ATM untuk kemudian dicuri juga.

"Skimming modusnya penggandaan ATM termasuk pencurian pin nasabah yang dilakukan di Bali terhadap warga Serbia. Korban sebanyak 1598 kartu nasabah, kerugiannya 15 milyar Euro atau sekitar Rp24 triliun melalui 5500 penarikan di 509 ATM," tambah Kabareskrim Polri Komjen Anang Iskandar.

Anang mengungkapkan, pelaku menjalankan kejahatannya dengan modus lama tapi dilakukan dengan teknologi baru. Mantan Kepala BNN itu mengatakan Nololov memasang alat skimmer di mesin ATM untuk merekam data nasabah dan memasang kamera pengintai untuk mengetahui pin nasabah.

Pelaku merupakan warga negara Bulgaria dan korbannya adalah nasabah Serbia, namun dilakukan di Bali. Kejahatan Nololov diketahui saat korban dari WN Serbia melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Indonesia, laporan tersebut pun tembus di Kepolisian Eropa sehingga pelaku langsung diburu dan diadili.

Saat diketahui Nololov melakukan tindak kejahatannya di Bali, Indonesia, pihak kepolisian Serbia kemudian mengekstradisi Nololov agar proses hukumnya dilakukan di Indonesia.

"Tersangka dijerat UU ITE karena melakukan cyber crime dan tindak pidana pencucian uang," jelas Anang.


(DRI)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /