Kementan Terus Kendalikan Impor Jagung

Gervin Nathaniel Purba    •    24 Oktober 2015 06:45 WIB
kementan adsjagung
Kementan Terus Kendalikan Impor Jagung
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku terus berkomitmen untuk melakukan kebijakan pengendalian impor jagung meskipun terdapat lonjakan harga di Banten. Kebijakan pengendalian ini penting dilakukan agar harga jagung tidak semakin liar.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Hasil Sembiring mengaku kebijakan pengendalian impor dimaksudkan untuk memperbaiki pola impor yang selama ini tidak respect pada pola produksi. "Kami akan tetap melakukan kebijakan pengendalian impor," ujar Hasil, saat ditemui di Kantor Dirjen Tanaman Pangan, Jakarta Selatan, Jumat 23 Oktober.

Hasil menambahkan, data dari Maret 2014 hingga Juni 2015 (sebelum kebijakan) menunjukkan volume impor bulanan relatif tetap bahkan pada puncak panen raya. Namun harga jagung pada saat puncak panen raya periode Februari hingga April selalu melemah dan naik lagi pada periode sesudahnya.

Kendati demikian, ketersediaan jagung Indonesia masih cukup. Hal ini berdasarkan angka ramalan (aram) 2015 menunjukkan produksi jagung mencapai 20,6 juta ton. Dengan total kebutuhan jagung sebanyak 19,43 juta ton menunjukkan neraca produksi kumulatif masih surplus.

Lebih jauh, Hasil menambahkan, beberapa daerah seperti Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) memang mengalami defisit, namun secara keseluruhan masih surplus sebanyak 1.122.641 ton.

"Jadi, efektivitas kebijakan pengendalian impor tidak perlu diragukan. Justru kalau tidak ada kebijakan pengendalian impor, harga jagung domestik 2015 akan jauh lebih rendah dibanding 2014 sehingga dikhawatirkan mengurangi minat. Apa mau harga jagung lokal jatuh lagi?," tutupnya.


(ABD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /