Tiongkok Peringkat Lima Realisasi Investasi di Indonesia

Angga Bratadharma    •    24 Oktober 2015 13:35 WIB
investasi
Tiongkok Peringkat Lima Realisasi Investasi di Indonesia
Kepala BKPM Franky Sibarani (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingginya minat investasi Tiongkok perlahan mulai direalisasikan. Hal ini tampak di daftar peringkat investasi kuartal III-2015 yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tiongkok untuk periode kuartal III-2015 menduduki peringkat ke lima dengan nilai realisasi investasi mencapai USD245,75 juta dengan jumlah proyek mencapai 300 proyek.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan nilai realisasi investasi tersebut mengalami kenaikan sebanyak 151 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di level USD97,5 juta. 

"Naiknya realisasi Tiongkok ini menarik karena selama ini dari sisi komitmen mereka memang selalu tinggi, namun dalam proses realisasinya rendah. Rasio komitmen dan realisasi masih rendah dikisaran 10 persen," ungkap Franky, dalam keterangan tertulisnya, di kantor BKPM, Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

Tiongkok yang selama ini berada di luar 10 besar negara sumber investasi melesat menduduki peringkat kelima dalam periode kuartal III-2015. Dari data yang dirilis oleh BKPM, realisasi PMA berdasarkan asal negara (lima besar) adalah Singapura (USD1,24 miliar), Jepang (USD917 juta), Belanda (USD494 juta), Malaysia (USD322 juta), dan R.R. Tiongkok (USD245 juta).

Franky menambahkan naiknya realisasi investasi Tiongkok tersebut merupakan sesuatu yang positif dan menunjukkan bahwa upaya-upaya untuk menyakinkan yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil. 

"BKPM sendiri telah memiliki marketing officer khusus untuk mengawal minat investasi dari Tiongkok, selain itu dari sisi perencanaan kami juga berencana untuk membuka kantor perwakilan promosi investasi di Tiongkok," paparnya.

Investasi Tiongkok dalam kurun periode kuartal III-2015 masuk ke primer seperti tanaman pangan dan perkebunan dengan jumlah investasi mencapai USS92 juta, diikuti oleh sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik dengan jumlah investasi mencapai USD57 juta, serta industri makanan mencapai USD41 juta.

Sedangkan untuk lokasi, masih didominasi oleh Kalimantan Selatan dengan nilai investasi mencapai USD132,3 juta, diikuti oleh Provinsi DKI Jakarta dengan nilai investasi USD38,4 juta dan Provinsi Sulawesi Tenggara USD27,9 juta. 

"Jadi masih dengan semangat Indonesia sentris mendorong investasi di luar Jawa sehingga sebaran investasi bisa dapat terdistribusikan dengan baik," pungkasnya. 


(ABD)

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar
Paris Saint-Germain vs Celtic

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar

19 hours Ago

Neymar berhasil menyarangkan sepasang gol ke gawang Celtic  pada menit ke-9 dan menit ke-2…

BERITA LAINNYA
Video /