Pencalonan Risma tak Terganggu Status Tersangka

Adhi M Daryono    •    24 Oktober 2015 23:18 WIB
tri rismaharini
Pencalonan Risma tak Terganggu Status Tersangka
Tri Rismaharini. (MI/Moh Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meskipun telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam dugaan kasus pasar Turi Surabaya, calon Wali kota Petahana Surabaya Tri Rismaharini tetap bisa maju mengikuti pikada Surabaya pada pilkada serentak 9 Desember nanti. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik, di Jakarta, Sabtu (24/10).

Husni mengatakan, pencalonan Risma tidak terganggu dengan permasalahan hukum yang dihadapinya sekarang. Menurutnya syarat pencalonan kepala daerah adalah yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Tidak ada masalah dengan pencalonan karena syarat pencalonan harus berkuatan hukum tetap (inkrah),"ujar Husni.

Maka dari itu, penetapan tersangka ini tidak menjadikan penghalang bagi Risma untuk maju kembali dalam Pilkada Surabaya. "Tetap bisa maju, bisa mengikuti proses pikada,"pungkasnya.

Sementara, penetapan tersangka Risma oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur disesalkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Tjahjo mengkhawatirkan proses hukum ini bisa dipolitisasi untuk menjegal Risma maju kembali dalam Pilkada Surabaya.

"Saya berpikir apa pun usaha usaha untuk menjegal ibu Risma itu ada dengan berbagai cara. Tapi toh akhirnya lolos," kata Tjahjo.

Tjahjo mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran penetapan tersangka Risma oleh Kejati Jawa Timur sebab ada dua versi yang berbeda dari Kejati dan Polda Jawa Timur.

"Versi kejaksaan dan versi Kepolisian belum ada (tidak sama). Domainnya harus jelas, kepolisian kah kejaksaan kah. Kalau toh itu disampaikan kenapa itu menjelang pilkada. Jangan sampai niat kepolisian dan niat kejaksaan yang ingin meluruskan permasalahan itu menjadi bumerang politik dan dikira itu bagian dari politisasi,"paparnya.

Namun Tjahjo percaya Kejati Jawa Timur dan Polda Jawa Timur mempunyai niatan yang sama untuk memproses hukum lebih cepat jika memang ada dugaan pelanggaran hukum.

"Kami percaya kepolisian dan kejaksaan tidak akan menghambat proses penegakan hukum tapi jangan membuat gaduh. Saya kira kejaksaan dan kepolilsian bisa menafsiarakan diri. Kami akan terus monitor, akan kami cari data betul dari kepolisian dan kejaksaan,"tandasnya.


(MEL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

14 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /