Ketua Komisi VIII Pertanyakan Batasan Hukuman Kebiri Penjahat Seksual

Githa Farahdina    •    25 Oktober 2015 10:22 WIB
pedofilia
Ketua Komisi VIII Pertanyakan Batasan Hukuman Kebiri Penjahat Seksual
Ketua Komisi VII Salah Daulay/MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay sepakat hukuman pelaku pedofilia diperberat. Namun, ia masih mempertanyakan hukuman kebiri atau pemutusan libido seksual.

"Pertama, apa batasan dari hukuman kebiri tersebut. Apakah betul-betul memutus ataukah hanya mengurangi libido seksual," kata Saleh melalui keterangan tertulis, Minggu (25/10/2015).

Saleh mengaku butuh penjelasan kekerasan seksual seperti apa yang menyebabkan seseorang dijatuhi hukuman kebiri. Penjelasan, tambah politikus PAN ini dibutuhkan agar masyarakat memahami dan bisa memberikan penilaian tentang layak tidaknya seseorang dijatuhi hukuman kebiri.

"Andaikata hukuman kebiri diterapkan, lalu siapakah yang akan melakukan eksekusi hukuman kebiri tersebut? Apakah jaksa atau dokter?" tambah Saleh.

Seandainya itu dilakukan dokter, perlu dikaji apakah hukuman tersebut bertentangan dengan kode etik kedokteran atau tidak. Sebab, tugas dokter secara umum adalah merawat dan menyembuhkan orang sakit.

"Sebaliknya hukuman kebiri sifatnya justru mendisfungsikan organ vital manusia," terangnya.

Ia juga mengkritisi apakah mengebiri penjahat seksual  menjamin masalah akan terselesaikan. Ketika pelaku dikebiri dan dilepas kembali ke masyarakat apakah ada jaminan yang bersangkutan tidak akan melakukan perbuatannya lagi,

"Atau malah sebaliknya pelakunya akan berbuat tindakan kriminal lain karena motif balas dendam. Saya memandang bahwa pedofilia adalah penyakit psikis yang perlu penanganan khusus yang tidak mustahil disembuhkan," jelas Saleh.

Saleh juga menyoroti apakah kebiri juga akan dilakukan jika pelaku kekerasan seksual pada anak adalah perempuan dewasa. "Jika dikebiri apa yang dikebiri?' tegas Saleh.

Jika hukuman itu hanya diperuntukkan bagi pelaku laki-laki, dikhawatirkan terjadi bias gender. Faktanya, terang Saleh, kekerasan seksual pada anak tidak hanya dilakukan laki-laki. Sementara hukum harus mengikat setiap orang tanpa memandang jenis kelamin bahkan strata sosial.

"Berdasarkan alasan-alasan tersebut, perlu dilakukan kajian mendalam dan komprehensif untuk menerapkan hukuman kebiri terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak," ujar dia.


(OJE)


Video /