Mensos: Presiden Minta Tak Ada Evakuasi Korban Kabut Asap ke Luar Kota

Fetry Wuryasti    •    25 Oktober 2015 11:19 WIB
kabut asap
Mensos: Presiden Minta Tak Ada Evakuasi Korban Kabut Asap ke Luar Kota
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) berbincang dengan keluarga korban bencana kebakaran hutan dan asap di Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10).--Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak ada evakuasi korban kabut asap ke luar kota. Semuanya disiapkan di tujuh titik lokasi di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Sesuai arahan Presiden tidak ada evakuasi korban kabut asap ke luar kota," ujarnya, melalui rilisnya, Minggu (25/10).

Presiden, kata Mensos, telah menginstruksikan untuk mengambil langkah-langkah evakuasi bagi korban kabut asap, terutama kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, serta para lanjut usia (lansia).

"Kelompok rentan bisa ditempatkan di kantor bupati atau kantor lainnya yang bisa dipakai khusus untuk bayi dan anak, serta lansia yang diberi penutup untuk mencegah asap masuk," ujarnya.

Sejumlah fasilitas milik Kementerian Sosial (Kemensos) digunakan untuk evakuasi korban kabut asap, salah satunya balai besar dan panti di Kalimantan Selatan.

"Kemensos menyiapkan dapur umum lapangan (dumlap), mobil tangki air, serta mobil rescue," katanya.

Di Panti Budi Luhur dengan tiga aula masing-masing berkapasitas 100 orang. Ditambah ruangan berpendingin AC yang tidak perlu lagi air purifier, jika sewaktu-waktu dilakukan untuk evakuasi.

"Insya Allah, hari ini akan datang 1.000 unit air purifier yang akan ditempatkan di rumah warga. Jadi, tidak perlu lagi dilakukan evakuasi ke luar rumah," ucapnya.

Selain itu, Kemensos juga menyiapkan tim kanselor bagi para korban kabut asap. Sedangkan, untuk penentuan titik evakuasi di lokasi berada di tangan dansatgas, yaitu gubernur.

"Posisi Mensos di bawah koordinasi Menko Polhukam dan tiga menteri berada di Kalimantan Selatan untuk meninjau lokasi kebakaran di Kalimantan Tengah," katanya.


(MBM)


Video /