Masinton: Penetapan Tersangka Risma Sarat Politisasi

Achmad Zulfikar Fazli    •    26 Oktober 2015 12:31 WIB
tri rismaharini
Masinton: Penetapan Tersangka Risma Sarat Politisasi
Masinton Pasaribu. Foto: Mochamad Irfan/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Penetapan tersangka untuk calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dinilai bernuansa politis. Bisa jadi, kata politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, langkah ini merupakan upaya buat menjegal Risma agar tak kembali menjadi orang nomor satu di Kota Pahlawan.

"Iya sudah pasti (ada unsur politisasi dalam penetapan tersangka Risma)," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015).

Anggota Komisi III DPR ini menilai upaya penjegalan terhadap Risma telah terjadi sejak awal pencalonannya. Berbagai masalah dihadapi Risma, mulai dari tidak adanya calon yang mendaftar hingga penetapan tersangka terhadap Risma.

"Iya itu kan pengadangan yang sistematis. Mulai dari saat masa pendaftaran tidak ada calon yang mendaftar, terus adanya calon yang kabur dari KPU. Ya, sampai pengumuman status tersangka yang itu kontroversial antara Kejasaksaan dan Kepolisian," tukas dia.

Selain itu, Masinton memandang kasus Pasar Turi yang dituduhkan kepada Risma tidak berdasar. Pasalnya, selama ini Risma kerap memberikan perlindungan terhadap rakyat kecil di Surabaya.

"Ini saya pikir upaya dalam mengadang Risma. Karena dia berpihak kepada rakyat kecil, kasusnya (Pasar Turi) juga kan diada-adakan saja. Itu kan bentuk perlindungan Risma untuk membantu rakyat kecil. Masa membantu rakyat kecil dipidanakan," kata dia.

Status tersangka Risma mencuat saat Kasi Penerangan Hukum Kejati Jatim Romy Arizyanto mengatakan Kejati Jatim telah menerima SPDP dari penyidik Polda Jatim yang menyebutkan status Tri Rismaharini sebagai tersangka pemindahan wewenang kasus relokasi pedagang Pasar Turi. Pihak Kejati juga telah menugaskan dua jaksa untuk meneliti berkas perkara tersebut.

"Tersangkanya atas nama Bu Risma dan kami menerima pada 30 September. Kasusnya tentang penyalahgunaan wewenang, Pasal 421 KUHP. Kami sudah memerintahkan dua jaksa untuk meneliti berkas tersebut," ujar Romy saat ditemui Metrotvnews.com, Jumat 24 Oktober.

Namun Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiadji hingga Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membantah pernyataan Romy. Menurutnya, perkara Risma tak cukup bukti dan tak memenuhi unsur pidana. Polisi menghentikan kasus tersebut. 


(KRI)


Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah
Piala AFF 2018

Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah

1 hour Ago

Kekalahan 1-0 atas Singapura pada laga pertama cukup menjadi pecut bagi Hansamu Yama cs untuk b…

BERITA LAINNYA
Video /