Berlatih Tiga Hari, Indonesia RED Siap Lawan MU Legends

- 27 September 2013 01:40 wib
Indonesia RED dan MU Legends--MI/Adam Dwi/cs
Indonesia RED dan MU Legends--MI/Adam Dwi/cs

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Indonesia RED yang akan melakoni laga melawan MU Legends siap menyuguhkan permainan terbaik meskipun mereka hanya berlatih bersama selama tiga hari. Indonesia RED dan MU Legends bakal bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 23 Oktober mendatang.

"Selama ini kami berkomunikasi sesama pemain via BBM, kami berlatih masing-masing untuk menjaga kondisi tubuh jelang pertandingan. 21 Oktober nanti baru akan berkumpul dan berlatih secara tim. Tidak akan sulit karena kami kan dulunya bertahun-tahun bermain bersama," ujar mantan pemain tengah timnas Indonesia era 1990-an, Bima Sakti, Kamis (26/9).

Bima yakin timnya bisa bermain dengan baik karena materi pemain Indonesia RED merupakan para pemain yang masih eksis bermain. "Ada Firman Utina, Bejo Sugiantoro, Bambang Pamungkas, dan lainnya, mereka semua pemain yang kondisi tubuhnya pun masih bagus," ungkapnya.

Sejatinya, tim Indonesia RED juga akan diperkuat Isnan Ali. Namun, mantan pemain timnas itu kini sedang berurusan dengan BNN Provinsi DKI Jakarta akibat diduga memiliki shabu. "Kami sebenarnya sangat sedih mendengar kabar tersebut. Namun, kami telah mengambil keputusan untuk mengganti posisinya dngan pemain lain," kata Project Director Mc Pro Enterprise, Franky Paath, di tempat terpisah.

Tiket laga bertajuk 'The Battle of RED' sudah bisa didapatkan di gerai 7Eleven, Motix, Disctara, Duta Swara, Alfamart, dan secara online di situs www.indotix.com, kiostix.com, blackboxtix.com, dan ticket.com. Harga tiket mulai Rp55 ribu sampai dengan Rp1 juta. (Maggie Nuansa Mahardika)

()

INGGRIS
SPANYOL
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:00 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.