Buruh Tolak PP Pengupahan

   •    27 Oktober 2015 09:58 WIB
buruhupah
Buruh Tolak PP Pengupahan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah memang telah mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengupahan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Namun demikian, kelompok buruh tetap menyatakan penolakan formula baru mengenai perhitungan kenaikan upah buruh.

Berdasarkan siaran pers dari Tim Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang diterima di Jakarta, diungkapkan dengan formula tersebut maka kenaikan upah buruh paling tinggi hanya 10 persen yang akan berdampak pada pemiskinan secara sistemik.

Formula itu akan berlaku selama puluhan tahun, dan akan berakibat upah buruh Indonesia akan terus berada jauh di bawah Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina seiring dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Penerapan formula tersebut juga akan menghilangkan andil serikat pekerja dalam dewan pengupahan dalam menentukan kenaikan upah minimum sebagaimana terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Kalangan buruh menilai hal itu sebagai perampasan hak serikat pekerja untuk terlibat dalam menentukan kenaikan upah minimum. Padahal, keterlibatan serikat pekerja dalam menentukan kenaikan upah merupakan sesuatu yang sangat prinsip.

Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan aksi buruh akan dilakukan setiap hari baik di Istana Kepresidenan maupun di kawasan-kawasan industri se-Indonesia seperti Pulo Gadung, Cakung, MM 2100, Jababeka, KICC Karawang, ngoro Sidoarjo, PIR Pasuruan, KIM Medan, Cikupa Tangerang dan lain-lain.

"Pada Selasa, massa Serikat Pekerja Nasional (SPN) akan melakukan aksi di Istana Kepresidenan, Jakarta diikuti Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan buruh tekstil pada keesokan harinya," tuturnya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/10/2015).

Buruh juga akan menggelar mimbar rakyat pada 29 Oktober dan pada 30 Oktober 50 ribu massa KSPI dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) akan melakukan aksi di Istana Presiden.

"Sepanjang November aksi buruh akan dilakukan di kantor bupati-wali kota dan gubernur, kawasan industri dan pelabuhan. Puncaknya, pada Desember, lima juta buruh di 200 kabupaten/kota akan melakukan mogok nasional," ancamnya.



(ABD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /