Rossi Sebut Marquez Masih Menyimpan Dendam

Achmad Firdaus    •    27 Oktober 2015 10:06 WIB
Rossi Sebut Marquez Masih Menyimpan Dendam
Rossi dan Marquez saat menghadiri konferensi pers jelang MotoGP Malaysia (Foto: AP Photo/Joshua Paul)

Metrotvnews.com, Sepang: Valentino Rossi belum bisa menerima hukuman yang diterimanya pada MotoGP Malaysia, Minggu lalu. Pembalap Movistar Yamaha ini pun membeberkan sejumlah dugaan yang menguatkan alibinya bahwa Marc Marquez memang tidak ingin dia jadi juara dunia musim ini.

Dugaan Rossi terkait keberpihakan Marquez pada Jorge Lorenzo muncul usai seri ke-16 MotoGP Australia, pekan lalu. Pada balapan tersebut, ia mendapat perlawanan sengit dari Marc Marquez, meski pada akhirnya pembalap Repsol Honda itu juga menyalip Jorge Lorenzo dan tampil sebagai juara di Phillip Island.

Usai GP Australia, Rossi sempat melontarkan dugaannya tersebut kepada media. Dalam sebuah wawancara, Rossi mengaku Marquez yang sudah tidak berpeluang mempertahankan gelar juara dunia, mencoba mempengaruhi hasil musim ini.

Rossi bahkan sempat melempar lelucon dengan menyebut bahwa pembalap muda Spanyol itu kini jadi fan Jorge Lorenzo yang notabene rekan senegaranya.

Dugaan Rossi kian menguat tatkala seri berlanjut di GP Malaysia, Minggu lalu. Pada balapan tersebut, Marquez dengan sangat mudah dilewati Lorenzo. Namun tidak demikian dengan Rossi.

Pembalap kawakan Italia itu terus mendapat perlawanan sengit dari Marquez. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Marquez terlihat terlalu memaksakan diri saat melancarkan aksi overtaking.

Sikap Marquez inilah yang kemudian membuat Rossi naik pitam hingga berujung insiden senggolan pada lap ketujuh. Rossi yang coba menutup ruang bagi Marquez di sisi luar, membuat keduanya bersenggolan hingga akhirnya Marquez terjatuh.

Aksi Marquez ini bisa jadi muncul karena komentar Rossi kala itu. Jika Rossi tidak membuka "kedok" Marquez setelah balapan di Australia, bisa jadi Marquez tidak akan memberikan perlawanan se-sengit itu. Namun, Rossi tidak menyesali komentarnya itu. Menurutnya, cepat atau lambat Marquez akan membuka sendiri kedoknya bahwa ia memang mendukung salah satu pembalap untuk jadi juara dunia musim ini.

"Dia akan melakukan hal yang sama kalau pun saya tidak berbicara soal ini. Mungkin itu (membuka kedok Marquez) sebuah kesalahan. Tapi saya tidak bisa terus diam," ujar Rossi.

Lebih jauh, Rossi merasa sikap Marquez itu bukan semata dikarenakan komentarnya, melainkan Marquez memang masih menyimpan dendam atas insiden senggolan yang melibatkan keduanya pada dua seri sebelumnya di musim ini.

Insiden tersebut terjadi di MotoGP Argentina dan Belanda. Pada dua insiden tersebut, Rossi selalu menjadi yang diuntungkan. Di Argentina, senggolan keduanya membuat Marquez jatuh. Sementara di Belanda, senggolan keduanya di tikungan terakhir justru membuat Rossi memotong lintasan hingga tiba di garis finis lebih cepat dari Marquez.

"Marquez masih dendam kepada saya karena ia yakin saya sengaja menjatuhkannya di Argentina. Lebih dari itu, untuk apa yang terjadi pada lap terakhir di Belanda," tegasnya.

Kini, nasi telah menjadi bubur. Rossi telah dinyatakan bersalah atas insiden tersebut dan harus menerima kenyataan start dari urutan paling buncit pada seri pamungkas MotoGP di Valencia, Spanyol, 8 November mendatang.

Saat ini, Rossi masih memimpin klasemen sementara pembalap dengan koleksi 312 poin, atau unggul tujuh angka dari Lorenzo di posisi dua. (Autosport)
(ACF)

Thiago Alcantara Cedera Serius
Anderlecht vs Bayern Muenchen

Thiago Alcantara Cedera Serius

1 hour Ago

Kemenangan Bayern Muenchen atas Anderlecht pada matchday kelima Liga Champions 2017 -- 2018 diw…

BERITA LAINNYA
Video /