Nelayan Lepaskan Hiu Terperangkap Jaring akan Dapat Reward

Muhammad Khoirur Rosyid    •    27 Oktober 2015 10:50 WIB
satwa langka
Nelayan Lepaskan Hiu Terperangkap Jaring akan Dapat Reward
Bangkai hiu tutul yang terdampar di Pantai Kenjeran, Surabaya, menjadi tontonan warga, Ant - Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Surabaya: Nelayan yang melepaskan hiu dalam kondisi hidup akan mendapat penghargaan atau reward. Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, M Ikram M Sangadji, saat bertemu nelayan di Surabaya, Jawa Timur, Senin 26 Oktober.

Hiu merupakan satwa langka yang hidup di lautan. Beberapa kali nelayan menemukan hiu terperangkap jaring mereka. Lantaran itu, Ikram meminta nelayan melepaskan hiu-hiu itu sesuai dengan Peraturan Menteri No 18 tahun 2013 tentang perlindungan penuh hiu paus.

"Pasti kami akan memberikan reward bagi nelayan yang melepaskan hiu yang terperangkap jaring dalam kondisi hidup," kata Ikram.

Hiu atau paus yang terlalu lama terperangkap jaring bisa mati. Paling lama, daya tahan hidup satwa-satwa laut itu hanya dua jam. Lebih dari waktu itu, insangnya akan rusak.

"Air yang surut juga mengurangi larutan kandungan oksigen semakin lama ikan hiu akan mati," jelasnya.

Pertemuan itu pun menghasilkan kesepakatan. BPSPL dan nelayan membuat tali silang pada jaring penangkap ikan. Sehingga hiu dan paus tak terperangkap jaring tersebut.

Nelayan di Surabaya menyambut baik kepedulian pada hiu maupun paus. Nelayan sepakat memasang tali silang sebelum jaring. Tapi, nelayan meminta Pemerintah Kota Surabaya memberikan subsidi pembelian tali silang.

"Tali dengan diameter 12 milimeter dan panjang 12 meter itu harus dibelikan Pemkot Surabaya atau kementrian. Setiap nelayan harus dikasih satu roll tali," kata Sumali, seorang nelayan dari Kelompok Mandiri.

Sumali mengatakan peralatan itu membutuhkan biaya Rp1,5 juta. Sementara nelayan tak memiliki simpanan uang sebanyak itu untuk membeli tali silang.

"Terus kami mendapatkan uang dari mana kalau tidak dibelikan," ujarnya.

Menurut Sumali, nelayan peduli dengan ikan hiu dan paus yang terjerat jaring. Nelayan biasanya menyobek jaring agar hiu bisa lepas dan mendapat udara segar. 

"Setiap tiga jam sekali nelayan menjenguk jaring di tengah laut. Kami para nelayan sudah koordinasi untuk bergantian melihat kondisi jaring yang dipasang, sewaktu-waktu ada hiu yang terjaring langsung bisa dilepas," katanya.

Sumali menambahkan, setiap hari para nelayan di Surabaya ini selalu bertemu hiu tutul di laut. Terkadang mereka beriringan berjalan mengiringi perahu nelayan. 

"Kalau anginnya kencang, hiu berenang juga cepat. Kalau angin pelan hiu juga pelan berjalan mengiringi nelayan," ujarnya.

Dalam sepekan terakhir, lima hiu ditemukan dalam kondisi mati di Surabaya. Pada 26 Oktober 2015, nelayan kembali menemukan ipat hiu tutul terperangkap jaring di perairan Surabaya.
 


(RRN)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /