RUU Badan Karantina Nasional Rawat Wibawa Indonesia di Mata Internasional

K. Yudha Wirakusuma    •    27 Oktober 2015 12:32 WIB
dprdpr ads
RUU Badan Karantina Nasional Rawat Wibawa Indonesia di Mata Internasional
Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L. Hamzah--Ist

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Badan Karantina Nasional dipercepat oleh Komisi IV DPR. Naskah ini disusun untuk memperbarui regulasi yang sudah ada sebelumnya, yakni UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Anggota Komisi IV DPR Sulaeman L. Hamzah menegaskan, penyempurnaan RUU Karantina ini memiliki nilai sangat strategis. Peran vitalnya bukan hanya untuk mengamankan komoditas di dalam dan luar negeri, tapi juga merawat kewibawaan Indonesia di mata internasional.

“RUU ini akan menjadi garda terdepan untuk mencegah praktik ilegal di bidang kelautan, kehutanan dan satwa Indonesia,” tutur legislator dari Papua ini dalam pesan elektroniknya, Selasa (27/10/2015).

Peran RUU itu menjadi lebih penting mengingat tak lama lagi Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kesiapan Indonesia bergabung dan bersaing di kancah global akan menentukan masa depan bangsa.

Kesempurnaan RUU karantina merupakan salah satu perangkat yang diperlukan guna menyongsong kompetisi global. Untuk itu, Sulaeman menganjurkan agar proses pembahasan tidak dilakukan terburu-buru agar kualitas naskah lebih berbobot. Ada banyak masukan dari berbagai pihak yang perlu dirangkum.

Sulaeman mengatakan, Komisi X DPR juga tengah membahas materi karantina kesehatan. Menurut Sulaeman, perlu ada keselarasan agar materi yang dibahas di dua komisi tidak timpang. Sulaeman menyarankan, ranah karantina ini bisa diurus di bawah satu badan nasional karantina.

Sulaeman menjelaskan, gagasan RUU ini juga mengambil masukan dari hasil kunjungan luar negeri tarkait RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Saat ini, Komisi IV masih melakukan kompilasi terkait masukan-masukan yang didapat dari hasil kunjungan luar negeri tersebut.

Hasil studi banding menyebutkan, kebijakan karantina di Indonesia perlu dibenahi dan disempurnakan. Meskipun begitu, hasil studi ke luar negeri itu tidak akan diterapkan mentah-mentah, melainkan disaring praktik-praktik terbaiknya yang selaras dengan kebutuhan dalam negeri.

“Bahan yang didapat dari luar itu tidak semua kita adopsi, paling tidak ada proses pengharmonisan,” kata Sulaeman.


(YDH)

Thiago Alcantara Cedera Serius
Anderlecht vs Bayern Muenchen

Thiago Alcantara Cedera Serius

1 hour Ago

Kemenangan Bayern Muenchen atas Anderlecht pada matchday kelima Liga Champions 2017 -- 2018 diw…

BERITA LAINNYA
Video /