Pansus Asap Bisa Ciptakan RUU

Al Abrar    •    27 Oktober 2015 12:55 WIB
asap
Pansus Asap Bisa Ciptakan RUU
Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung pembentukan panitia khusus asap. Tugas pansus jangan hanya memberikan rekomendasi tapi juga bisa menciptakan rancangan undang-undang soal asap.

"Kami sependapat kalau DPR akan membentuk pansus asap akibat kebakaran hutan dan lahan," kata Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2015).

Hasrul berharap bila pansus terbentuk tugasnya juga merancang undang-undang soal asap. Sehingga, masalah yang sama tidak terulang di kemudian hari. "Pansus ini bisa jadi cikal bakal kesepakatan pemerintah-DPR untuk merancang undang-undang asap."

Dia mengatakan, rancang undang-undang asap bisa mengatur pencegahan dan penanganan kabut asap, izin, serta penegakan hukum bagi pembakar lahan. "Akhirnya, tugas pansus bukan hanya memberikan rekomendasi," ujar Hasrul.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sampai 25 Oktober 2015 total luas kebakaran hutan 1,7 juta hektare. Di Sumatera dan Kalimantan, hampir sebagian yang terbakar merupakan lahan gambut.

Jumlah korban terkana asap di 18 provinsi mencapai 75 juta jiwa, dengan kerugian mencapai Rp35 triliun. Sebanyak 13 orang meninggal karena menderita infeksi saluran pernapasan akut.

Fraksi Hanura juga mendukung pembentukan pansus asap. "Ini penting agar bisa memantau penyelasaian asap," kata Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon.

Dia menyampaikan, pansus bisa merekomendasikan penyelesaikan masalah asap secara profesional. "Apa penyebabnya dan memberikan solusi ke pemerintah," kata dia.

Sementara, Ketua DPR Setya Novanto meminta pemerintah menghentikan pemberian izin usaha perkebunan di lahan gambut. Pasalnya, risiko perkebunan di lahan gambut terutama saat musim kemarau sangat berbahaya.
 
"Bila musim kemarau seperti sekarang ini lahan gambut rawan terbakar yang dapat menimbulkan kabut asap," ujar Novanto.

Novanto, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek berangkat ke Jambi memantau kebakaran hutan dan lahan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan juga kunjungan kerja ke Provinsi Jambi. Ia menemui siswa SDN 181 Jelutung, Kota Jambi.

Anies menerima keluhan Aldila, guru di sekolah tersebut, bahwa konsentrasi murid-murid menurun akibat kabut asap. Bahkan, beberapa siswa terpaksa tidak sekolah dan ketinggalan pelajaran.

Anies mengimbau kepala sekolah meliburkan anak didik bila batas Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah berbahaya. ISPU di Kota Jambi saat ini di angka 744.


(TRK)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /