Pembunuh Juru Parkir di Kota Bandung Divonis 5 Tahun Penjara

Octavianus Dwi Sutrisno    •    27 Oktober 2015 18:03 WIB
penganiayaan
Pembunuh Juru Parkir di Kota Bandung Divonis 5 Tahun Penjara
Foto: Barang bukti dan enam tersangka penganiayaan di Markas Polrestabes Bandung, Jawa Barat/MTVN_Octavianus Dwi Sutrisno

Metrotvnews.com, Bandung: Pengadilan Negeri Bandung menggelar sidang putusan kasus pembunuhan juru parkir Budi alias Budol, 29, Selasa 27 Oktober. Terdakawa JN, 16, divonis lima tahun penjara.

Pantauan metrotvnews.com, sidang yang menghadirkan enam terdakwa kasus penganiayaan berujung pembunuhan itu berlangsung tegang. Sidang dijaga ketat puluhan petugas kepolisian. Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Sihol Manalu itu berlangsung tertutup.

Keenam terdakwa yang masih remaja yakni JN (16), EG (16), JM (17), DN (16), RF (17) dan YD (16) dihadirkan di ruang sidang. Sementara keluarga dan rekan korban menunggu di luar sidang.

Sidang itu berlangsung selama satu jam. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jabar Ratno Timur mengatakan majelis hakim memutuskan terdakwa JN divonis 5 tahun penjara sesuai dakwaan primer.

"Pasal Primernya 338 KUHPidana, untuk lima terdakwa lainnya dikenakan pasal 170 KUHPidana dengan hukuman 3 tahun penjara," kata Ratno Timur usai sidang di PN Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/10/2015).

Vonis itu dinilai sudah maksimal. Sebab, vonis terhadap terdakwa bawah umur itu lebih ringan 1 tahun dari tuntutan.

"Ini sudah maksimal, kan maksimalnya 6 tahun kalau dilihat dari hasil vonis  turunnya hanya 1 tahun," ujar dia.

Dirinya menjelaskan, saat mendengar hasi vonis 4 terdakwa menangis. Menanggapi hasil putusan Majelis Hakim pihak terdakwa dan JPU menyatakan pikir - pikir dulu.

"Karena pihak terdakwa dan korban nyatakan pikir - pikir dulu, kita pun nyatakan sama," jelasnya. Saat ketuk palu putusan 4 terdakwa yaitu  DN, RF, dan YD, menangis sedangkan JN dan JM tidak terlihat menangis ataupun sedih," kata dia.

Sementara itu Ahmad Ridwan SH, selaku kuasa hukum korban mengatakan, Pihaknya menghargai keputusan Majelis Hukum.

"Kita hargai putusan, yang dijatuhkan Majelis Hakim dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan kita bisa naik banding karena kita nyatakan pikir - pikir dulu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 6 terdakwa remaja tanggung tersebut melakukan penganiayaan hingga menyebabkan seorang juru parkir Budi alias Budol meninggal dunia dengan luka tusuk di tubuhnya, pada Rabu 23 September 2015, di sebuah mini market kawasan Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jawa Barat. Para pelaku yang diketahui juga merupakan anggota geng motor itu menganiaya Budi lantaran merasa sakit hati karena diludahi korban.


(TTD)

Video /